Akon Cs Palsukan 142 Ton Pupuk Diamankan Polda Babel

Akon Cs Palsukan 142 Ton Pupuk Diamankan Polda Babel

Kriminal

PANGKALPINANG, BBC  - Sebanyak 142 ton pupuk diduga palsu berhasil diamankan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di bawah komando Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Babel.

Pemalsuan pupuk tersebut dilakukan oleh tiga pengedar pupuk terbesar di Babel. Mereka adalah Edi Wem alias Akon (46), Handrianto Tjong alias Ahan (59) dan Suk Liang alias Aleng (62) yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dirreskrimsus Polda Babel Kombes Pol Mukti Juharsa menjelaskan, ketiga tersangka tersebut diduga telah melakukan tindak pidana mengedarkan pupuk yang tidak memiliki izin edar dari Kementan RI. "Selain itu, kandungan pupuk tidak sesuai dengan SNI dan pendaftaran serta tindak pidana penyimpangan pangan yang tidak sesuai dengan persyaratan sanitasi pangan," jelasnya.

Sementara Kapolda Babel, Brigjen Pol Anton Wahono Sudarminto ketika press release di Gundang Akon di Kelurahan Parit Lalang, Kecamatan Bukit Intan Pangkalpinang mengungkapkan, peredaran 142 ton pupuk diduga palsu tersebut berhasil diamankan setelah polisi mendapatkan laporan dari masyarakat.

Menurutnya, Polda Babel tidak bisa bekerja sendiri dalam mengungkap suatu kasus tanpa adanya peran serta dari seluruh instansi pemerintahan dan elemen masyarakat. "Ini adalah kerja sama Tim Polda, Tim Pemda dan Tim Polda-polda yang lain. Kita akan membangun sistem dengan pemerintah daerah," katanya.

Selain menjalin kerjasama dengan pemerintah, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Mabes Polri. Ketiga tersangka pengedar pupuk diduga palsu tersebut akan dijerat dengan Pasal 60 ayat 1 huruf f dan i UU RI No 12 Tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman dengan ancaman pidana 5 tahun denda Rp250 juta. Selain itu, dijerat juga dengan Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 huruf a dan e UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman kurungan penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp2 miliar.

Sementara itu, Akon mengaku baru dua mingguan beroperasi. Pupuk diduga palsu itu baru dibelinya sebanyak 500 karung yang berasal dari Palembang. Pupuk tersebut dibeli seharga Rp110 ribu dan dijual dengan harga Rp120 ribu. "Semuanya dengan pupuk yang lain. Baru pertama kali dan baru dijual sedikit. Kita beli di pasar Palembang dan 500 karung," tambahnya.(man)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top