Sejarah Sapma Pemuda Pancasila

Sejarah Sapma Pemuda Pancasila

Nasional

Jakarta, BBC - Pemuda Pancasila (PP) didirikan pada tanggal 28 Oktober 1959, tepatnya pada hari Sumpah Pemuda untuk jangka yang tidak ditintukan.

Kelahiran PP dibidani oleh Ikatan Perintis Kemerdekaan Indonesia (IPKI) yang bertujuan mempertahankan dan membina keutuhan NKRI yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dalam mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur Materiel Spirituiel berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Untuk memenuhi kebutuhan yang sangat strategis bagi PP dalam mempersiapkan kader pemimpin masa depan bagi organisasi yang terlatih dan memahami nilai-nilai juang yang ada pada kader PP maka dibentuklah Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) dimana dalam wadah lembaga ini berhimpunlah para pelajar dan mahasiswa PP yang masih menuntut ilmu pengetahuan sesuai dengan jenjang yang sedang ditekuni saat ini.

Pemuda Pancasila telah membidani kelahiran Lembaga SAPMA PP untuk waktu yang tidak ditentukan.

Dalam rangka mewujudkan cita-cita historis perjuangan SAPMA PP kemasa depan, maka SAPMA PP mempertegas posisinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demi melaksanakan tanggung jawabnya bersama seluruh rakyat Indonesia mewujudkan tercapainya cita-cita reformasi.

SAPMA PP tentang identitas bahwa SAPMA PP: Himpunan para Pelajar dan Mahasiswa yang beridentiskan kebangsaan dan kemajemukan yang menjunjung moral agama dan kemanusiaan, sehubungan dengan itu SAPMA PP menegaskan organisasi ini berasaskan Pancasila.

Penegasan kedua pasal ini memberikan cerminan bahwa dalam dinamikanya kemasa depan SAPMA PP senantiasa mengemban tugas dan tanggung jawab dan semangat yang integralistik antara nilai moral agama dan kebangsaan (Ke-Indonesian).

Dalam dinamikanya SAPMA PP sebagai organisasi kemahasiswaan yang secara umum mempunyai Tujuan: untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negara untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera yang dilandasi oleh nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Lembaga sayap Pemuda Pancasila ini, pertama kali didirikan pada tahun 1976 di Medan, Sumatera Utara. Lembaga Pemuda Pancasila yang berisikan kaum-kaum intelek ini lahir dari hasil RAPIM Pemuda Pancasila yang saat itu, mereka (pemimpin Pemuda Pancasila saat itu) mulai mengakui kebutuhan akan kaderisasi kaum intelektual dalam tubuh Pemuda Pancasila.

Nama yang tercetus pada waktu itu adalah Satuan Mahasiswa (SATMA). Pada saat itu, Pemuda Pancasila melakukan kaderisasi yang lumayan hebat pada para mahasiswa/i di Indonesia.

Kenapa harus mahasiswa pada saat itu? Jelas, mahasiswa saat itu memegang peranan penting dalam semua pergerakan di Indonesia. Kemampuan dan keterampilan mereka tentang organisasi dan negara saat itu sudah tidak diragukan lagi.

Pada Tahun 1990, lahir sebuah gagasan baru tentang pengkaderan kaum intelek di tubuh Organisasi Pemuda Pancasila.

Para petinggi-petinggi organisasi saat itu mulai menyadari akan “taring”para pelajar di Indonesia. Loyalitas dan militansi mereka tidak diragukan lagi. Pemuda Pancasila butuh jiwa-jiwa muda yang punya militansi tinggi terhadap organisasi.

Maka mulai saat itulah, Satuan Mahasiswa (SATMA) berubah nama menjadi Satuan Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA).

Pada tahun selanjutnya, booming SAPMA di Indonesia terjadi. SAPMA menjadi Organisasi Kepemudaan yang tumbuh besar. Banyak mencetak kader-kader berkualitas. SAPMA pun mulai dipandang sebagai sebuah lembaga yang berperan penting dalam perkembangan Organisasi Pemuda Pancasila.

Tahun 2005, ruang lingkup kaderisasi SAPMA pun diperlebar. Pelajar dan Mahasiswa saja kurang mewakili pemuda-pemuda intelektual tinggi di Indonesia. Maka, saat itu ruang lingkup SAPMA ditambah dengan adanya Siswa (para pemuda/i yang tidak menjalani pendidikan formal) sebagai bagian dari lembaga ini.

Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP).

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top