Ditpolair Polda Babel Amankan 171 Batang Timah Balok illegal

Ditpolair Polda Babel Amankan 171 Batang Timah Balok illegal

Pangkalpinang

PANGKALPINANG, BBC - Sebanyak 171 batang balok timah dan 75 karung tin slag yang beratnya secara pasti masih dalam proses penghitungan berhasil di amankan Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Polair Polda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
 
Balok Timah dan Tin Slag tanpa dokumen perizinan di Pelabuhan Pangkalbalam tersebut, di amankan, Kamis, (7/6/18). 
 
Kabid Humas Polda Bangka Belitung, AKBP Abdul Mun’im membenarkan, ada penangkapan 171 batang balok timah dan 75 karung tin slag tanpa dokumen perizinan alias ilegal.
 
"Kronologisnya berawal dari informasi masyarakat pada Kamis 7 Juni malam dini hari kepada Tim Hiu Macam Subdit Gakkum Polair Polda Babel. Mereka memberitahu ada truk yang dicurigai bermuatan timah dan tin slag," kata Kabid Humas, Jumat, (8/6/18).
 
Mendapat informasi tersebut, lanjutnya anggota Tim Hiu Macan Subdit Gakkum Ditpolair Polda Babel, langsung memeriksa truk Nopol BN-8375-XA di Pelabuhan Pangkalbalam, dan ternyata ditemukan bermuatan timah balok dan tin slag tanpa dokumen.
 
"Petugas kita langsung mengamankan saudara CA (Citra Abadi) selaku sopir yang membawa balok timah dan tin slag tanpa dokumen perizinan ke Pelabuhan Pangkalbalam," jelasnya. 
 
Kata Kabid, CA itu selaku sopir truk sedang menunggu di Pelabuhan Pangkalbalam dan akan melakukan penyeberangan ke Jakarta melalui Kapal Roro dan rencananya akan dibawa ke Tegal, Jawa Tengah.
 
"Sopir truk saudara CA saat ini sedang diperiksa di Mako Ditpolair Polda Babel oleh Penyidik, guna proses penyidikan dan pengembangan, serta berat barang bukti (BB) sedang dihitung oleh petugas," terangnya. 
 
Lanjut Kabid Humas, sopir CA telah disangka melanggar Pasal 161 UU RI No. 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba, dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).
 
Bunyi Pasal 161 UU RI Nomor 4 Tahun 2009 yaitu Setiap orang atau pemegang IUP operasi produksi atau IUPK operasi produksi yang menampung memanfaatkan, melakukan pengelolahan dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan Batu Bara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.(man)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top