Satpol PP Babel Tertibkan Tambang Ilegal, Usai Menerima Keluhan Nelayan Sampur dan Kebintik

Satpol PP Babel Tertibkan Tambang Ilegal, Usai Menerima Keluhan Nelayan Sampur dan Kebintik

Bangka Tengah

PANGKALANBARU, BBC - Aktivitas tambang inkonvensional (TI) apung laut di kawasan Sampur dan Kebintik, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, memperihatinkan dan sangat dikeluhkan oleh nelayan setempat. Lantaran terjadinya pendangkalan di jalur lalu lintas perahu nelayan, sehingga membuat nelayan terusik dan terancam tak bisa melaut.
 
Puluhan kali para nelayan tradisional di Sampur dan Kebintik, mengeluhkan maraknya aktivitas tambang apung laut di kawasan pencarian nafkah mereka.
 
Jumri nelayan setempat, menyayangkan kalau tambang apung yang beroperasi secara illegal dan membabi buta di kawasan pencarian ikan, mengakibatkan terjadinya pendangkalan sehingga membuat nelayan terusik dan terancam tak dapat melaut.
 
"Aktivitas pertambangan ini sudah lama, dan kami tidak mempermasalahkannya karena selama ini beroperasi bukan dijalur lalu lintas nelayan. Tapi akhir-akhir ini banyak datang ponton-ponton dari luar, jumlahnya ratusan sehingga mengganggu jalur nelayan," ujarnya kepada pewarta, di Pangkalanbaru, Bateng, Senin (6/8/18).
 
Jumri mengungkapkan bahwa bekas galian itu menyebabkan lubang dan pendangkalan dijalur lalu lintas para nelayan yang lewat, jika dibiarkan akan memperparah kondisi dan suasana. Nelayan berharap, tambang-tambang tersebut segera hengkang dari areal kawasan setempat.
 
"Jadi kami sangat berharap tambang-tambang ilegal dari luar itu segera ditertibkan atau diusir dari kawasan kami di sini," keluhnya.
 
Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) melakukan razia aktivitas tambang tersebut. Namun upaya petugas batal, dikarenakan keterbatasan akses menuju lokasi aktivitas pertambangan.
 
"Kita lakukan menindaklanjuti hasil pertemuan warga Desa Sampur dengan pihak DPRD beberapa waktu lalu, karena laporan dari masyarakat tambang-tambang itu sudah meresahkan. Tapi hari ini kami belum bisa menertibkan yang dilaut, karena fasilitas menuju akses belum difasilitasi penuh," ujar Kasi Ops Satpol PP Provinsi Babel, Sandy Aji.
 
Tak mau pulang dengan tangan hampa, petugas pun melanjutkan penertiban tambang darat, yang berada persis di dekat bibir pantai Sampur, karena dinilai merusak kawasan bakau dan dekat pemukiman penduduk.
 
"Sedikit demi sedikit, kami mengoperasikan anggota kami dipertambangan darat dulu dan mengamankan empat ponton TI rajuk yang sedang beroperasi," terang Sandy.
 
Alhasil, dengan adanya tindak lanjut dari giat ini lanjut Sandy pihaknya akan melakukan operasi merazia secara besar-besaran, guna memberikan efek jera terhadap pelaku-pelaku illegal minning tersebut.
 
"Razia ini kita lalukan secara berkala, nanti untuk melalukan penertiban yang di laut kita akan lakukan secara gabungan dengan aparat Kepolisian dan TNI," pungkasnya tegas.(man)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top