Sepekan Operasi Peti Menumbing 2018, Polda Babel Ungkap 26 Kasus Tambang Ilegal

Sepekan Operasi Peti Menumbing 2018, Polda Babel Ungkap 26 Kasus Tambang Ilegal

Pangkalpinang

PANGKALPINANG, BBC - Polda Bangka Belitung (Babel) menggelar Operasi Peti Menumbing mulai 7 Agustus hingga saat ini 14 Agustus 2018. Dari hasil kegiatan operasi tersebut, Polda Babel beserta jajarannya berhasil mengungkap sebanyak 26 kasus tambang ilegal yang beropersi di wilayah Provinsi Babel.
 
Dalam giat petugas kepolisian daerah Babel beserta jajaran Polres melakukan kegiatan Operasi Peti Menumbing 2018 dengan sasaran tambang ilegal alias illegal minning.
 
"Jadi selama Operasi Peti Menumbing ini, kita Polda Babel beserta jajaran Polres berhasil mengungkap 26 kasus tambang ilegal di antaranya 9 target operasi dan 17 non target operasi," ungkap Karo Ops Polda Babel Kombes Pol Sihar Manurung, Selasa (14/8/18).
 
Sedangkan pada Senin 13 Agustus kemarin, lanjut Sihar Polda Babel melalui Subdit Tipidter Derektorat Reserse Kriminal khusus (Ditreskrimsus), juga berhasil mengamankan ANT (40) selaku pengawas tambang yang diduga melakukan penambangan tanpa izin Usaha Penambangan (IUP) di lokasi milik PT Mitra Persada Resource.
 
"Kasus itu masih dalam proses penyidikan kita sekarang ini, dan terkait pelaku ini kita belum tahu apakah pemain lama atau bukan. Nanti akan tertuang dalam penyidikan dan akan diketahui apakah mereka pemain lama atau pemain baru," jelasnya.
 
Lebih lanjut, dikatakan Karo Ops Polda Babel bahwa giat Operasi Peti Menumbing 2018, akan terus dilaksanakan hingga 18 Agustus mendatang.
 
"Giat ini merupakan operasi kemandirian wilayah yang telah kita laksanakan mulai 7 Agustus dan akan berakhir pada 18 Agustus nanti dengan sasaran penambangan ilegal yang ada di wilayah Babel," tukas Sihar.
 
Alhasil berikut ini merupakan total ungkap kasus Operasi Peti Menumbing 2018 Polda Babel dalam berapa hari ini di antaranya:
 
1. Dit Reskrimsus, 2 Kasus (TO)
2. Dit Polairud, 7 kasus (non TO)
3. Polres Bangka Tengah (Bateng), 4 kasus (2 TO dan 2 Non TO)
4. Polres Belitung Timur (Beltim), 6 kasus (2 TO dan 4 Non TO)
5. Polres Belitung, 2 kasus (Non TO)
6. Polres Bangka Barat, 2 kasus (TO)
7. Polres Bangka, 3 kasus (1 TO dan 2 Non TO).(man)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top