Parindra dan BEM IAIN SAS Babel Menolak Kedatangan Ketua GSI di Bangka Belitung

Parindra dan BEM IAIN SAS Babel Menolak Kedatangan Ketua GSI di Bangka Belitung

Pangkalpinang

PANGKALPINANG, BBC - Penolakan terhadap kedatangan Ketua Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) terus mengalir.

Kali ini penolakan tersebut juga dilakukan oleh DPD Pergerakan Pelajar Indonesia Raya (Parindra) dan Badan Eksekutif mahasiswa (BEM) IAIN SAS, Provinsi Bangka Belitung.

DPD Pergerakan Pelajar Indonesia Raya (Parindra) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAIN SAS Bangka Belitung (Babel) melalui salah satu perwakilan, Ketum DPD Parindra, Zamzibar mengatakan, kehadiran GSI ganti Presiden di Babel diduga akan merontokkan nilai-nilai demokrasi, pembodohan dan provokasi terhadap masyarakat di Bangka Belitung.

Zamzibar menegaskan pihaknya menolak kegiatan dalam bentuk apa pun yang serupa, baik ganti presiden atau Jokowi dua periode, sebelum ada ketentuan dan regulasi hukum yg ditetapkan oleh KPU

"Kami tidak menginginkan masyarakat Babel Resah dengan kehadiran GSI di Babel, saat ini kami anggap masyarakat Indonesia dan Bangka Belitung sudah dalam situasi aman dan tentram," ungkap Zamzibar. Jumat (24/8/18).

Lanjut, Zamzibar ia menghimbau kepada elite politik untuk menahan diri dan menghentikan gerakan-gerakan yang bisa menyebabkan perpecahan persatuan dan kesatuan sesama anak Bangsa

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Bangka Belitung untuk mendukung dan mensuksukseskan Pemilu 2019 di Babel yang aman, damai, dan tentram," tegasnya.(rls)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top