KPAD Babel Siapkan LBH, Terkait Tiga Pemuda yang Hina Jokowi di Socmed

KPAD Babel Siapkan LBH, Terkait Tiga Pemuda yang Hina Jokowi di Socmed

Bangka

MERAWANG, BBC - Tiga pemuda di bawah umur yang menghina Presiden Jokowi di Social Media (Socmed) mendapat perhatian dari Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bangka Belitung (Babel) Sapta Qodria.
 
KPAD Babel mendatangi kediaman pemuda di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka Provinsi Babel, diduga melakukan penghinaan terhadap Presiden, beberapa waktu lalu.
 
Pasalnya video aksi ketiga pemuda yang masih di bawah umur beberapa waktu lalu sempat viral di dunia maya lantaran diduga telah menghina Presiden Jokowi.
 
Saat mengunjungi kediaman pemuda KPAD Babel didampingi oleh Psikolog, Komisioner ABH (Anak Berhadapan dengan Hukum), dan Babinkamtibmas Desa Balunijuk. 
 
Sapta mengatakan kedatangan mereka sebagai bentuk fungsi pengawasan dan perlindungan terhadap anak. Sekaligus untuk melakukan assesment (penilaian) dan koordinasi bersama pihak keluarga terkait pemberian bantuan hukum.
 
"Jadi hari ini kami dari KPAD Babel bersama Psikolog, Babinkamtibmas langsung datang ke rumah pemuda di mana tempat kejadian video yang viral pada saat ini," ujarnya kepada BBC, Rabu (5/9/18).
 
Menurutnya, tujuan KPAD Babel datang untuk melakukan assesment terhadap anak-anak ini. Apakah benar atas dasar inisiatif mereka, di suruh, atau apakah mereka tidak tahu menahu.
 
Sebab, dari hasil assesment tersebut lanjut Sapta KPAD mendapati bahwa tiga anak yang diduga menghina Jokowi tidak mengerti dampak dari bermedia sosial.
 
"Kami mendapat keterangan dari hasil assesment, kalau anak ini tidak tahu menahu dampak dan akibatnya dari bermedia sosial," terangnya.
 
Maka dari itu, KPAD Babel akan menyiapkan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk mendampingi anak apabila diproses hukum.
 
"Kami sudah berkonsultasi kepada orangtua anak-anak ini. Apakah perlu didampingi LBH yang kami ajak kerjasama untuk mendampingi anak-anak ini," imbuh Sapta.
 
Munzir (56) orangtua Fauzi (15), salah satu anak diduga terlibat penghina Jokowi menyampaikan ucapan terimakasih atas kedatangan dan dukungan dari KPAD.
 
"Kami sebagai orangtua mewakili anak kami Fauzi meminta maaf sebanyak-banyaknya kepada pak Presiden. Kami harap persoalan ini tidak berlanjut, dan memaafkan keluarga kami. Kepada bapak-bapak KPAD kami ucapkan terimakasih atas bantuannya," tuturnya.
 
Menurut Munzir, Fauzi merupakan anak baik dan sebelumnya tidak pernah berbuat ulah. Kalau di rumah Fauzi anak baik, kalau pulang sekolah jarang ke mana-mana. Dia juga tidak pernah ganggu hak orang dan juga tidak pernah berkelahi.(man/red)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top