Peduli Korban Gempa Lombok, IKAL Komisariat Babel Salurkan Bantuan

Peduli Korban Gempa Lombok, IKAL Komisariat Babel Salurkan Bantuan

Nasional

LOMBOK, BBC - Meski belum genap satu pekan pelantikan Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Komisariat Babel yang dipimpin Bambang Patijaya langsung melakukan kegiatan atas kepeduliannya. Pria yang akrab disapa BPJ tersebut bersama beberapa pengurus menyerahkan bantuan kepada korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
 
Berkolaborasi dengan DPP Gemabudhi yang juga diketuai BPJ, IKAL Babel turut serta merasakan kepedulian terhadap sesama saudara-saudara yang tengah mengalami musibah bencana alam.
 
"Jadi dalam Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Komprov Babel dan DPP Gemabudhi pada waktu bersamaan ini menyalurkan bantuan kepada saudara kita di Lombok, NTB. Yang mana kebetulan saya sebagai Ketua kedua organisasi tersebut," ujar Bambang Patijaya melalui pesan Rillis kepada BBC, Jumat (7/9/18).
 
Menurutnya, aksi kepedulian di Lombok sudah dimulai sejak hari pertama gempa terjadi di Lombok Juli kemarin. Gemabudhi NTB di back up oleh DPP Gemabudhi membuka posko dan terlibat langsung dalam upaya penyaluran sembako dan memberikan kepedulian trauma healing kepada penduduk yang terkena dampak gempa.
 
"Bantuan sudah ada saat baru terjadi gempa oleh tim dari Gemabudhi. Pada kesempatan ini, saya ingin meninjau langsung situasi di Lombok dengan mengajak IKAL Komprov Babel terlibat pada kegiatan peduli dampak gempa Lombok. Teman-teman pengurus IKAL Komprov Babel cukup antusias dalam penggalangan dana yang akan disalurkan," tuturnya.
 
Pendiri BPJ Peduli itu juga menyampaikan bahwa pada 6 September 2018 kemarin, rombongan tiba di Lombok dan langsung meninjau lapangan. Dalam perjalanan menuju ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) kiri dan kanan jalan terpantau pemandangan sungguh memilukan, rumah penduduk dan tempat ibadah banyak roboh. Sekitar 95 persen rumah roboh atau rusak berat dan hanya 5 peresn saja yang tidak mengalami kerusakan yang berarti.
 
"Melihat kondisi itu, sore hari nya kami masih sempat menyalurkan sembako dan bubur bayi pada beberapa titik. Setelah survey dan melihat situasi keadaan, maka pada tanggal 7 September 2018 pagi, kami berbelanja kebutuhan barang-barang yang  akan di didistribusikan kepada masyarakat," papar Tokoh Pemuda Babel seraya sedih.
 
Sementara mengenai kebutuhan barang-barang yang diperlukan, lanjut BPJ telah disiapkan sesuai kebutuhan saudara-saudara yang membutuhkan di sana di antaranya:
 
1. Peralatan pertukangan linggis, pacul, sekop, godam, parang, sepatu boot. Peralatan ini sangat dibutuhkan masyarakat dalam bergotong royong membongkar dan membangun kembali rumah atau bangunan.
 
2. Buku tulis, pulpen, pensil,  menghapus yang kami bagikan pada 2 sekolah SD di Tegal Maja di KLU.
 
3. Perlengkapan perempuan seperti softex, baby pampers, dan obat-obatan juga.
 
4. Beragam jenis sembako juga disalurkan ke Lombok, NTB.
 
Kemudian pada 7 September 2018 pukul 16.00 waktu setempat, pihak bantuan diterima langsung oleh Bupati Kabupaten Lombok Utara Tuan Guru Najmul Akhyar di Kantor Bupati KLU yang darurat.
 
Kantor yang darurat ini berupa kontainer disulap jadi kantor, pasalnya kantor Bupati yang lama roboh lantaran gempa. Bupati bersikap ikhlas dan pasrah dengan situasi KLU yang begitu parah kerusakannya.
 
"Kami diterima Bupati KLU dan memberikan apresiasi atas simpati dan empati dari Gemabudhi dan IKAL Komprov Babel pada bencana gempa Lombok ini. Hadir juga mendampingi kami dalam pertemuan dengan Bupati KLU adalah Bapak Sulhan selaku Wakil Ketua DPRD Lombok Barat," terang BPJ.
 
Bambang juga berharap pemerintah pusat dapat lebih cepat dalam tindakan pemulihan dampak gempa Lombok dan harus bangkit. Proses rekonstruksi dan pemulihan ekonomi pasca gempa Aceh dapat dijadikan model dalam membangun kembali NTB. Kejadian gempa di NTB ini ternyata tidak hanya terjadi di pulau Lombok, tapi juga terjadi di pulau Sumbawa.
 
"Kami sangat berharap peran pemerintah pusat harus menjadi perhatian serius dan bagi kita semua bagaimana NTB akan kembali bangkit dan membangun kembali infrastrukturnya yang rusak. Mudah-mudahan rumah masyarakat yang rusak dan roboh dapat segera di bangun atau diperbaiki," pungkas BPJ.(rls)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top