AHY: Tagar #2019GantiPresiden Harus Sesuai Koridor Hukum

AHY: Tagar #2019GantiPresiden Harus Sesuai Koridor Hukum

Bangka Tengah

PANGKALANBARU, BBC - Pendukung capres dan cawapres Prabowo-Sandiaga telah mendeklarasikan tanda pagar (Tagar) #2019GantiPresiden. Munculnya tagar ini dinilai Komandan Satgas Bersama (Kogasma) Pemenangan Pilkada dan Pemilu 2019 Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sah-sah saja selama dalam koridor hukum.
 
"Negara kita kan demokrasi, maka dari itu harus memiliki ruang yang luas dan pemikiran, termasuk dalam mengeluarkan pendapat dan aspirasi masyarakat," ungkapnya kepada sejumlah wartawan di Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Senin (10/9/18).
 
Agus menilai tagar sah-sah saja, sejauh itu semuanya selama masih dalam koridor hukum, apapun itu. "Inikan negara demokrasi, jadi negara demokrasi selayaknya memberikan ruang luas kepada siapapun setiap warga negara untuk mengekspresikan gagasan dan pemikirannya," tuturnya.
 
Dalam hal ini, lanjut Agus termasuk juga dalam kehidupan politik, kehidupan bermasyarakat berbangsaan dan bernegara. Sejauh itu semuanya dalam koridor negara hukum.
 
"Saya pikir wajib kita semua memberikan ruang yang luas, apapun isu apapun tema generasi yang di bangun. Adanya ekspresi politik itu bagian dari kebebasan demokrasi yang dianut oleh Indonesia. Demokrasi sendiri bisa berwujud kebebasan berpendapat, seperti misalnya ekspresi politik," tukasnya.
 
Maka dari itu, AHY juga meminta kepada publik untuk bisa menerima dan memahami adanya perbedaan-perbedaan pandangan politik dalam masyarakat. Momentum ini justru seharusnya digunakan masyarakat untuk mendewasakan diri dalam pandangan perbedaan politik.
 
"Kita harus membiasakan hidup dalam perbedaan politik secara damai dan wajar. Selama itu konteksnya masih dalam koridor hukum negara, serta tidak melanggar konstitusional," pungkasnya.(man)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top