BEM Prabowo-Sandi Serahkan Ratusan Lembar Pakaian Layak Pakai untuk Palu-Donggala
Justin Dede, Perwakilan Barisan Emak-Emak Militan Prabowo-Sandi saat menyerakhan secara simbolis bantuan kemanusiaan untuk Palu, Sigi dan Donggala.(foto-ist)

BEM Prabowo-Sandi Serahkan Ratusan Lembar Pakaian Layak Pakai untuk Palu-Donggala

Nasional

PANGKALPINANG, BBC - Gerak cepat Barisan Emak-Emak Militan (BEM) Prabowo-Sandi dari Babel dalam menyikapi bencana Alam patut diacungkan jempol. Jumat (5/10/18) spetang ebanyak ratusan lembar pakaian layak pakai dan sejumlah uang tunai diserahkan oleh Justin Dede, perwakilan BEM Prabowo-Sandi Bangka Belitung, ke Posko Kemanusiaan PWI Babel. Inisiatif pengumpulan sumbangan kemanusiaan ini merupakan gerak cepat dari tim BEM Prabowo-Sandi untuk menyikapi masalah bangsa yang saat ini mendera Palu.

Dijelaskan oleh Dede, bahwa bantuan tersebut masih separuh, gerakan pengumpulan bantuan ini sendiri masih terus dilakukan oleh BEM Prabowo-Sandi dalam berbagai bentuk kegiatan. Dede juga menegaskan bahwa seusai instruksi dari pengurus BEM Prabowo-Sandi pusat. Seluruh jaringan diharapkan segera merespon segala permasalahan yang sedang terjadi khususnya bencana alam Lombok, Palu, Sigi dan Donggala.

"Duka Lombok, Palu, Sigi dan Donggala merupakan duka bangsa ini secara umum. Yang dibutuhkan oleh masyarakat yang saat ini terkena bencana alam adalah empati dan reaksi cepat dari kita. Oleh karena itu, kami segera melakukan pengumpulan bantuan kemanusiaan. Alhamdulillah, seluruhnya begitu antusias memberikan bantuan, baik berupa pakaian layak pakai maupun uang tunai. Untuk kemudian kami salurkan melalui posko kemanusiaan PWI,"  jelas Justin Dede.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh salah seorang senior PWI Babel, M. Amin Soelton. Dede mengatakan bantuan yang saat ini masih terus dikumpulkan juga akan segera diserahkan kepada PWI Babel untuk kemudian disalurkan. Sebelumnya PWI sendiri telah memobilisasi sebagian bantuan yang telah masuk menuju Jakarta Jumat siang. Namun pengiriman sebanyak lebih kurang satu container tersebut merupakan kiriman gelombang pertama, yang sengaja dikebut untuk segera dikirim menuju Palu.(dhie)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top