BNNP Babel Musnahkan Sabu 1,2 Kilogram Senilai Rp1,2 Miliar

BNNP Babel Musnahkan Sabu 1,2 Kilogram Senilai Rp1,2 Miliar

Pangkalpinang

PANGKALPINANG, BBC - Sebanyak 1,2 kg gram narkotika jenis sabu dimusnahkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bangka Belitung (Babel), Jumat (16/11/2018) pemusnahan barang haram tersebut dilakukan dengan cara menggunakan Blender di samping kantor BNNP Babel.
 
Saat pemusnahan, turut pula dihadirkan 4 tersangka dan disaksikan Kepala BNNP Babel Brigjen Pol Nanang Hadianto, Kasi Narkoba Kejati Babel Ahmad Risol, perwakilan Dirresnarkoba Polda Babel, Kepala Bea Cukai, perwakilan Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Babel AKBP Noer Wisnanto serta tamu undangan lainnya.
 
Kepala BNN Babel, Brigjen Pol Nanang Hadianto mengatakan kalau pemusnahan barang narkotika jenis sabu ini, setelah berkas ditangani selesai dan kemudian barang bukti ini harus dimusnahkan. Tadi juga rekan-rekan sudah lihat langsung barang bukti tersebut memang benar asli.
 
"Tadi juga sudah kita juga tes barang bukti sebelum di musnahkan bahwa benar itu adalah sabu-sabu. Nantinya berkas-berkas tersebut kita majukan untuk tahap 1, setelah masuk tahap 2 berkasnya akan kita serahkan kepada pihak kejaksaan untuk segera di proses penyidikan lebih lanjut," ujarnya kepada awak media di kantor BNNP Babel Pangkalpinang, Jumat (16/11/2018).
 
Nanang menjelaskan, barang bukti sabu-sabu 1.2 kilogram tersebut, didapatkan dari tiga kasus dengan tersangka 4 orang. Pemusnahan barang bukti tadi dengan cara diblender. Sebelumya tes dulu kemudian campur dengan air setelah itu dibuang, karena dengan cara seperti itu lebih aman.
 
Diketahui dalam pemberitaan sebelumnya, keempat tersangka ini berhasil di tangkap oleh BNNP, pada Jumat (12/10) dengan barang bukti berupa narkoba jenis sabu-sabu 1,2 kg gram senilai Rp1,5 miliar berasal Aceh di wilayah hukum Babel.
 
Dari keempat tersangka, 2 warga Aceh dan 2 warga Pangkalpinang. Mereka ditangkap ditempat berbeda yakni warga Aceh diamankan di Bandara Depati Amir dengan penerbangan dari Jakarta ke Pangkalpinang pada Jumat (12/10/18) lalu.
 
Sedangkan dua tersangka lainnya warga Pangkalpinang pelaku berinisial S (47), RF (23) ditangkap petugas di Bukit Intan dan Gabek, Pangkalpinang pada Selasa (16/10/18). Tersangka S dan RF merupakan kurir penerima sabu-sabu yang dikirim melalui jalur ekspedisi dari Jakarta ke Pangkalpinang.
 
"Pelaku S membawa sabu dibungkus kemasan aluminium di dalam kotak susu Dancow kemasan 800 gr yang disusun dengan paket sembako dan perlengkapan mandi di dalam satu buah kardus berlak Tokopedia," jelasnya.
 
Untuk tersangka RF, membawa sabu melalui jalur ekspedisi, barang bukti jenis sabu dibungkus kemasan aluminium di dalam kotak susu frisian flag kemasan 800 gram disusun dengan paket sembako dan perlengkapan mandi dikemas dalam satu buah kardus atau kotak.
 
"Sedangkan dua tersangka UA dan AF ini merupakan kurir narkotika jenis sabu dari daerah Aceh. UA menyimpan dua paket sabu 100 gr dengan masing-masing bungkus 50 gram di dalam tubuhnya dengan cara dimasukkan ke dalam anus dan AF dua paket 100 gram masing-masing 50 gram dikemas bahan plastik karet elastis di dalam anus," tukas Nanang.(*)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top