Timgab Mabes Polri dan Polda Babel Tinjau Dua Smelter di Sungailiat

Timgab Mabes Polri dan Polda Babel Tinjau Dua Smelter di Sungailiat

Bangka

SUNGAILIAT, BBC - Pengecekan dan verifikasi terhadap dua smelter, yakni CV. Ayi Jaya dan PT. Bangka Tin Industri (BTI) di Kawasan Industri Desa Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Senin (26/11/18) pagi.
 
Pengecekan dan verifikasi ini oleh Tim gabungan (Timgab) Bareskrim Mabes Polri dan Subdit IV Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berlangsung kondusif, tanpa adanya gangguan. 
 
Dengan santainya juga, pengecekan smelter ini tak dilengkapi persenjataan apapun juga.
 
Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Babel, AKBP I Wayan Riko Setiawan mewakili Direktur Ditreskrimsus (Dirreskrimsus) mengatakan bahwa, Tim Bareskrim dan pihaknya melakukan pengecekan sekaligus verifikasi data seluruh smelter yang masih produksi maupun tidak produksi. Pengecekan dan verifikasi guna mencocokkan data dengan laporan selama ini pada 2018.
 
"Ada empat smelter di Sungailiat yang telah kita lakukan pengecekan dan verifikasi. Sedangkan hari ini ada dua smelter," ungkap Wayan.
 
Selain pengecekan langsung di smelter, menurutnya, timgab juga mendatangi langsung lokasi izin usaha produksi (IUP) setiap smelter.
 
"Besok, kita akan melanjutkan pemeriksaan ke smelter lain dan mendatangi lokasi IUP nya. Kita hanya meminta data mengenai smelter dan produksinya," sebutnya. 
 
Sementara itu, Direktur Operasional PT. BTI Wanto, kedatangan Tim Mabes Polri dan Polda Babel guna meminta kelengkapan seperti IUP,  fasilitas pabrik peleburan dan jaminan pasca tambang yang dideposit ke Bank Negara serta perlengkapan peralatan pendukung smelter tersebut.
 
"Data lengger, mixing, tanur yang mereka verifikasi, alhamdulillah semuanya lengkap dan sesuai formulir yang kita isi. Sikap Mabes Polri cukup baik dan kita juga menyambutnya welcome (terbuka)," tandas Wanto.
 
Selain itu, Winarno selaku Direktur Operasional CV. Ayi Jaya mengaku bahwa perusahan peleburan timahnya mempunyai dua nama bendera, yakni CV. Ayi Jaya dan CV. Harapan Muda memiliki empat titik IUP.
 
Empat lokasi IU P ini berada di Desa Rambak Sungailiat seluas 10 hektare (ha), Desa Gadung Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Desa Nyelanding dan Desa Sebagin Basel. 
 
"Dua IUP lagi belum operasi di Desa Nyelanding dan Sebagian. IUP nya sudah ada. IUPK semelter kami memang susah habis alias mati dan ada IUP kerjasama, tapi nomornya saya tahu dan gak punya RKAB," bebernya diamini Rian Adriansyah sebagai pengurus.
 
Diakuinya, sisa produksi timah batangan di smelter ini masih ada dan belum siap ekspor. Sedangkan sisa pasir timah mencapai 215 ton.
 
"Kalau timah batangan yang sudah jadi sebanyak 47 ton belum murni. Smelter ini gak jalan hampir dua bulan," tuturnya. 
 
Dia menyebut, kapasitas timah dalam satu tahun 5 ton dan pemurnian 4 ton. 
 
"Ekspor kita tahun ini sebanyak 617 ton periode 2018 dalam kurun waktu Januari hingga Oktober tahun ini. Sertifikat CnC, fisiknya saya gak pegang dan laporan bulanan, triwulan dan semester kita tidak ada," jelas Winarno.(*)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top