Keluarkan Sikap, FKUB Babel Kawal Kasus Penistaan Agama

Keluarkan Sikap, FKUB Babel Kawal Kasus Penistaan Agama

Pangkalpinang

PANGKALPINANG - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) turut menyesali perbuatan penistaan agama yang dilakukan Daud Rafles, pemuda asal Jebus, Kabupaten Bangka Barat (Babar).

Dalam pernyataan sikapnya, FKUB Babel mengecam dengan keras oknum yang telah melakukan penghinaan terhadap kitab suci dan ajaran Islam. Sebab, FKUB sangat menjaga masalah keyakinan dan akidah masing-masing agama ini.

"Kejadian ini membuat kita sangat kaget karena pelakunya ini anak muda, dimana kami FKUB sedang gencarnya mengedukasi pemuda lintas agama agar saling berbaur dan menghormati keyakinan masing-masing," kata Ketua FKUB Babel dr. Subuh Wibisono dalam konfrensi pers, Selasa (9/4) kemarin.

Didampingi perwakilan umat agama lain yakni Hengkie dari agama Budha, Pastur Marselinus Gabriel dari Katholik, SAJ Bawole agama Kristen, I Nenga Wiardisa agama Hindu, dan Tjin Muk Djie dari Kong Khu Cu, Subuh menambahkan, pihaknya akan mengawal proses hukum untuk kasus tersebut, dan berharap pihak Kepolisian mengambil keputusan yang tepat dan adil.

Selain itu FKUB Babel juga meminta dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menghentikan penyebaran kasus ini agar tidak mengganggu kerukunan umat beragama di Babel. "Kita minta Diskominfo untuk bisa menghentikan penyebaran kasus ini agar kerukunan antar umat yang selama ini kita jalin, tidak terganggu. Dan kita yakin ini tidak ada kaitannya dengan pemilu 2019," ungkapnya.

Subuh juga menegaskan, bahwa perbuatan oknum yang bersangkutan adalah murni tanggungjawab pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan lembaga keagamaan tertentu. "Kami juga mengapresiasi sikap tegas penegak hukum, yakni kepolisian yang telah mengambil tindakan tegas terhadap pelaku," kata Subuh.

Pihaknya pun mempercayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menangani dengan tegas sesuai aturan hukum yang berlaku. Subuh juga mengimbau semua pihak untuk tetap menjaga kerukunan, persatuan dan kondusifitas di tengah masyarakat. "Mari kita menggunakan media sosial dengam bijaksana dan sebaik-baiknya serta tidak ikut menyebarkan ujaran kebencian, berita bohong dan ungkapan yang menyinggung keyakinan iman pihak lain," imbuhnya.

Sementara, Ketua Forum Kristen, SAJ Bawole, mengatakan pihaknya sangat menyesali adanya kasus ini karena Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu Provinsi yang kerukunan antar umatnya dikenal sangat tinggi. "Ini menjadi pelajaran dan pukulan berat untuk kita. Setelah berkoordinasi dengan semua pihak, kita harap ini bisa diimbangi dengan pemberitaan yang positif agar kita dapat membangun dan merajut kembali kerukunan yang selama ini terjaga," ujarnya.(mia/bbc)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top