Ataw Dilaporkan ke Polda Babel, Pasal Serobot Lahan untuk Nambang

Ataw Dilaporkan ke Polda Babel, Pasal Serobot Lahan untuk Nambang

Pangkalpinang

PANGKALPINANG, BBC - Lantaran diduga telah melakukan penyerobotan lahan dan penambangan, Ataw yang dikenal sebagai Bos Penambangan Timah dilaporkan ke Polda Bangka Belitung (Babel).

Perkara tersebut dilaporkan Nizis Edward Julitris, warga Beluluk Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng). Nizis mengaku tak terima lahan miliknya diserobot. Dia pun membawa permasalahan ini jalur hukum.

Dihimpun BBC pada Minggu malam (19/5/2019), Nizis menjelaskan bahwa patok pembatasan tanah yang sudah dimiliki oleh dirinya sejak tahun 1997 ternyata sudah hilang karena kegiatan penambangan yang dilakukan Ataw.

"Mereka mengunakan excavator (PC) di lahan saya untuk menambang timah dan mengambil pasir. Lahan saya dirusak," ujarnya.

Dikatakannya, ukuran lahannya yang berada di kawasan Bandara Depati Amir tersebut berukuran 5 Ha. Karena digarap Ataw dan rombongan, sekitar 1 Ha lahannya telah rusak bahkan patoknya hilang entah kemana.

Nizis juga menyebutkan kegiatan yang dilakukan oleh Ataw dan rombongan sejak tanggal 20/4/2019 dan berusaha menelpon tapi tidak diangkat hingga Minggu (19/5/2019). Laporan polisi itu dibuat Nezis April lalu. "Karena Ataw tidak ada itikad baik kerena sudah merusak lahan maka saya laporkan ke Polda Babel," jelasnya.

Dia juga menunjukkan surat tanda penerimaan laporan dari Polda Babel dengan nomor: STPL/B-232/IV/2019/BABEL/SPKT bukti keseriusannya untuk memperkarakan permasalahan tersebut ke jalur hukum.

"Saya tidak terima atas tindakan perusakan lahan yang saya miliki dan siap membuktikan bahwa lahan yang mereka gunakan untuk menambang timah dan mengambil pasir adalah milik saya," tegasnya.(mia/bbc)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top