Donny: “Wartawan itu memburu berita, bukan menunggu kiriman Berita”
Donny dan Roby saat memberikan keterangan pers pada Senin (11/11/19) pagi.(foto-ist)

Donny: “Wartawan itu memburu berita, bukan menunggu kiriman Berita”

Pangkalpinang

PANGKALPINANG - Donny dan Roby, dua orang wartawan media nasional yang sempat diisukan mendampingi  LW, seorang pengusaha konstruksi melaporkan rekan se-profesi ke Mapolresta pada Jumat (8/11/19) akhirnya buka suara. Setelah awalnya sempat enggan menanggapi isu seputar video berdurasi 9 detik saat meliput proses laporan seorang pengusaha ke Mapolresta Pangkalpinang tersebut, Roby dan donny akhirnya merasa perlu untuk meluruskan hoax yang mulai simpang siur.

Dibincangi BBc di salah satu warkop kawasan Semabung Baru Senin (11/11/19) petang, kedua wartawan ini juga mengaku bingung sampai dituding membekingi kontraktor. Kendati mengaku tidak begitu peduli dengan isu tersebut, namun menurut keduanya rekan-rekan jurnalis lainnya perlu mengetahui fakta sebenarnya. Karena baik Donny maupun Roby menegaskan bahwa keberadaanyadi Mapolres saat itu sebagai seorang insane pers yang memburu berita.

“Saya tegaskan dulu ya bang, keberadaan kami di sana memang diinformasikan lewat telepon oleh ibu LW. Dari informasi via ponsel tersebut, dia mengabarkan bahwa dirinya sedang dalam perjalanan menuju Mapolresta Pangkalpinang. Dan disampaikannya pada saat itu yakni niatnya melaporkan perkara yang dirasa telah merugikan dirinya, terkait salah satu pekerjaan yang digarapnya. Kami berdua yang memang kebetulan berada di sepurtaran Alun alun Taman Merdeka pun merespon informasi tersebut, dan segera menuju Mapolresta. Itu lah cerita awalnya,” urai Roby yang diamini oleh Donny.

Saat tiba di Mapolresta, keduanya berjumpa dengan LW yang kebetulan juga baru tiba. Roby pun mengaku iseng membuat video tersebut, dan mengirim ke beberapa rekan. Roby meneruskan bahwa saat di Mapolresta ia pun diminta keluar ruangan oleh petugas KSPK, lantaran dianggap tidak berkepentingan.

“Soal informasi pelaporan memang itu harus melalui satu pintu sehingga saat kami mengaku sebagai wartawan pihak KSPK mempersilahkan kami keluar. Kami pun akhirnya menunggu di luar sembari merokok. Selang sekitar 30 menit, LW pun keluar dan kami berdua langsung memburunya. Kami pun akhirnya kecewa ternyata kedatangan LW ke mapolresta tersebut belum membuat laporan, tetapi baru sebatas konsultasi. Pasalnya LW disarankan untuk mengkoordinasikan masalah tersebut ke Dewan Pers sebelum membuat laporan ke Polisi. Dan kami pun mengurungkan niat menulis beritanya. Sudah itu saja kami pun pulang,” kisah Roby lagi.

Sementara Donny sendiri mengatakan bahwa perihal LW menghubungi mereka berdua, karena memang telah mengenal LW sejak lama. Dan itu pun diakui oleh LW saat dikonfirmasi BBc via ponselnya. Donny pun mengaku sangat manusiawi sebagai seorang wartawan ia respon terhadap informasi yang merik untuk ditulis sebagai berita.

“Saya rasa bukan sebuah hal aneh kita selaku wartawan memiliki relasi dalam berbagai kalangan, jangankan pengusaha bang, penjahat pun harus kita temani demi mendapatkan informasi. Begitulah istilahnya. Jadi jangan melihat soal kita kenal atau tidak dengan LW nya. Tapi memang sudah menjadi sebuah keharusan. Bagi saya yang namanya Wartawan  itu memburu berita, bukannya menunggu kiriman berita. Nanti hasil hunting  beritanya dituangkan dalam tulisan dan jadilah sebuah informasi yang layak dibaca. Jadi saya kira jelas bahwa keberadaan kita di Mapolresta malam itu sebagai seorang professional, sebagai seorang wartawan yang berharap mendapatkan berita pada kesempatan pertama. Soal kita kenal atau tidak, soal kita ditelepon itu bagian dari keuntungan kita memiliki relasi,” tegas Donny.

Terpisah LW yang dikonfirmasi BBc melalui ponselnya membenarkan pengakuan Roby dan Donny. Menurutnya dia yang menghubungi kedua wartawan media daring tersebut.

“Iya bang, saya menelpon karena memang sudah lama kenal, saya hanya berfikir ini akan menjadi menarik bahwa saya memberikan reaksi atas pemberitaan terhadap pekerjaan saya. Saya tiba beberapa saat lebih dulu kemudian baru mereka datang, dan saya sengaja menelpon mereka, sekali lagi karena saya kenal. Dan Hasil konsultasi saya, pihak petugas kepolisian menyarankan untuk membawa masalah tersebut ke Dewan Pers,” jelas LW. (lia)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top