PAN Tuding PDIP ‘Ganjal’ Kursi Wabub Babar
Ketua DPD Partai Amanat nasional (PAN) Kabupaten Bangka Barat, Dafitri.(foto-net)

PAN Tuding PDIP ‘Ganjal’ Kursi Wabub Babar

Bangka Barat

PANGKALPINANG-BBC-Berjalan 10 bulan pasca meninggalnya Bupati Bangka Barat hasil Pilkada, hingga saat ini ruang kerja Wakil Bupati Babar masih tak berpenghuni. DPD PAN dan Hanura selaku partai pendukung pun telah beberapa bulan lalu menyodorkan nama calon Wabup PAW. Namun hingga ini proses pemilihan Wabup Babar tersebut jalan di tempat. Hal ini disebabkan lambannya PDIP memutuskan nama calon Wabub PAW nya. Tak pelak sikap partai Banteng ini pun dituding sebagai upaya politik mengganjal jatah kursi Wabub untuk PAN atau Hanura.

Ketua DPD PAN, Dafitri kepada wartawan Selasa (31/12) siang mengatakan, pihaknya melihat ada upaya PDIP untuk mengulur waktu agar proses seleksi PAW Babup Babar tidak terjadi. Menurut Dafitri, PDIP seharusnya cukup dewasa dalam hal ini. Mengingat posisi Bupati saat ini sudah berasal dari PDIP.

“Secara etika semestinya PDIP tidak mesti berdalih proses ini dan itu, dan berlama-lama menentukan calon Wabup PAW nya. Karena posisi Bupati sudah milik mereka. Artinya biarlah jatah Wabup menjadi bagian untuk PAN atau Hanura sebagai partai pendukung. Tidak mesti beralasan ribet untuk menentukan siapa calonnya. Kecuali mereka mau mengambil juga posisi Wakil. Masalahnya itu lambannya proses yang dilakukan oleh PDIP berdampak pada stagnasi proses pemilihan Wabup. Ini kan tidak baik untuk proses layanan pemerintah terhadap rakyat,” ujar Dafitri.

Lebih jauh dikatakannya bahwa pihak PDIP terkesan ingin agar Markus selaku Bupati PAW yang menggantikan Alm. Parhan Ali bisa one man show. Padahal menurut Dafitri lagi, sebagai partai yang mengusung jargon Partai Wong Cilik PDIP semestinya lebih mengedepankan optimalisasi pelayanan pemerintah bagi masyarakat dari pada kepentingan politik semata.

“Pilkada sudah hitungan bulan.Sementara nanti Bupati saat ini akan sibuk, terus kalau ternyata Bupati sibuk, sementara wakilnya pun kosong, tentunya ini akan menjadi hambatan, kasihan lah rakyat kita di Bangka Barat ini. Mau ketemu kepala daerahnya tidak ada orangnya. Di mana tanggung jawab moral kita sebagai parpol yang berorientasi untuk rakyat? Oleh karena itu kita mengharapkan agar PDIP segera memproses calon PAW nya sehingga proses pemilihan di legislative bisa dilaksanakan,” jelas Dafitri lagi.

“Kita melihat PDIP ingi agar Markus bisa one man show, dan tidak ada figur yang menggangu pergerakannya jelang Pilkada September 2020 mendatang. Tapi itu menjadi hak PDIP, dan kita tidak bisa mencampuri mekanisme mereka. Akan tetapi tanggug jawab moral atas layanan terhadap rakyat seharusnya juga menjadi pertimbangan. Biarlah masyarakat sendiri akan memberikan penilaian, parpol mana yang sesungguhnya menjadi penghambat. Kalau PAN sudah siap sejak lama, Hanura pun saya tahu mereka pernah mengajak kami duduk bersama, dan sudah menentukan calonnya, Tinggal PDIP yang hingga saat ini masih belum kelar-kelar pada sudah berbulan-bulan prosesnya. Dan jujur saja saya sampaikan bahwa saya terima rumor bahwa PDIP memang tidak menginginkan adanya pendamping Markus,” tutup Daftri.

Sementara itu informasi yang diterima menyebutkan bahwa hingga saat ini PDIP masih melakukan fit and proper test untuk calon yang diajukan. Namun Rudianto Tjen sebagai salah satu petinggi pihak PDIP saat coba dihubungi untuk mengkorfirmasi berita ini tidak merespon panggilan telepon. Begitu juga dengan Arif Parhan selaku Ketua DPC Hanura Bangka Barat saat dihubingi tak merespon panggilan telepon maupun pesan Whatsap dari wartawan.(lia)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top