Pengurus PDIP Saling Lempar Soal Cawabub PAW Babar
Rudianto Tjen bersama Didit Srigusjaya.(foto-antara)

Pengurus PDIP Saling Lempar Soal Cawabub PAW Babar

Nasional

PANGKALPINANG-BBC – Kendati disebut-sebut sudah final pada 30 Desember 2019 lalu, namun polemik seputar seleksi calon bupati PAW Bangka Barat hingga kini masih terkatung-katung lantaran ketidakjelasan di internal PDIP. Partai besutan Megawati tersebut belum juga merilis dan menyerahkan nama yang akan masuk pemilihan final oleh DPRD Babar. Justru antara pengurus daerah dan pusat saat ini saling lempar. Berbeda dengan PAN dan Hanura, 2 Parpol koalisi PDIP pada Pilkada 2015 lalu justru telah siap sejak Agustus 2019 lalu. Alhasil hingga saat ini ruangan Wakil Bupati Babar masih tak berpenghuni.

Sebelumnya Ketua DPC PDIP Babar, Badri berdalih bahwa saat ini proses seleksi telah dilimpahkan ke pengurus pusat, setelah melalui tahap fit and proper test. Bahkan senada dengan itu, Ketua DPD PDIP Babel pun mengatakan bahwa saat ini tinggal menunggu DPP. Namun statement tersebut diucap sejak Agustus 2019 lalu. Namun hingga kini hampir seluruh pengurus Daerah PDIP kompak menunjuk keputusan DPP.

 “Itu sudah close, rapat terakhir itu dihadiri oleh ketua DPD PDIP, Didit Srigusjaya pada 30 Desember 2019 lalu. Namun hasilnya saya belum tau, karena itu keputusan ada dipusat. Dan memang itu aturan internal PDIP bahwa untuk seluruh calon kepada daerah dan wakil kepala daerah, menjadi keputusan Dewan Pimpinan Pusat. Termasuk penetapan PAW seperti di Bangka Barat,” jelas Albana, selaku staf ahli fraksi PDIP di DPRD Provinsi yang ditunjuk Didit Srigusjaya untuk memberikan keteranganpers kepada wartawan Rabu (8/1/20).

Sebelumnya upaya mencari kejelasan terkait proses ini BBC menghubungi pengurus pusat PDIP, yakni Rudianto Tjen. BBC pun Senin (5/1/20) pagi bertolak ke Jakarta untuk menginterview anggota DPR RI 4 periode asal PDIP Babel tersebut. Namun baru pada Rabu (8/1/20) petang baru berhasil mendapat jawaban dari Rudianto Tjen. Itu pun mengarahkan untuk mengkonfirmasi hal tersebut kembali Ketua DPD PDIP, Didit Srigusjaya. Sementara Didit sendiri diketahui sedang sakit dan harus menjalani perawatan di Rumah Sakit di Babel.

Sempat diberitakan sebelumnya, Ketua PAN Kabupaten Bangka Barat, Dafitri mengaku kecewa dengan cara-cara internal PDIP. Dafirti bahkan menuding PDIP sejak awal tidak mempunyai niat untuk meluruskan proses seleksi cawabub PAW Babar tersebut. Padahal PAN dan Hanura selaku compatriot PDIP saat Pilkada Babar 2015 lalu telah lama menyodorkan nama calon pengganti Markus yang saat ini naik posisi kebagai Bupati. Markus sendiri saat ini merupakan kader PDIP yang digadang-gadang melanjutkan kekuasaan PDIP di Bangka Barat dam kontestasi Pilkada September 2020 mendatang.(red/lia)

 

 

 

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top