Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bangka Kembali Bertambah 1 di Desa Jurung

Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bangka Kembali Bertambah 1 di Desa Jurung

Bangka

 

 
 

Bangka BBC – Ketua Gugus Tugas Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Boy Yandra mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah satu orang, yakni berinisial Y (68) berjenis kelamin laki-laki, dengan alamat di Desa Jurung, Kecamatan Merawang.

Boy mengungkapkan, pasien Y ini tidak memiliki riwayat kontak. Namun yang bersangkutan mengidap penyakit penyerta, yakni diabetes melitus (DM) dan gangguan pada paru-paru.

“Kemudian yang bersangkutan Y sudah diisolasi dari tanggal 17 September 2020 di Rumah Sakit Depati Bahrun, Sungailiat, dan hasil swab nya keluar pada hari ini tanggal 18 September 2020 sinyatakan positif,” kata Boy, Jumat (18/9).

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 dari pasien Y ini, diutarakan dia, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka melalui Puskesmas Batu Rusa melakukan tracking terhadap kontak keluarga maupun kontak lainnya.

“Dan besok akan mengirim kontak keluarga ke Rumah Sakit Depati Bahrin untuk melakukan swab, kemudian info dari Kepala Puskesmas Batu Rusa bahwa sudah 215 orang pendatang dari berbagai wilayah yang masuk ke Batu Rusa,” ujarnya.

“Jadi setiap pendatang sudah dilakukan TE penyelidikan epidemiologi oleh tenaga surveylan di Puskesmas Batu Rusa, dan alhamdulillah TE ini sudah berjalan sampai saat ini,” terangnya.

Dia menjelaskan, para pendatang khususnya yang baru masuk ke Pulau Bangka wajib melakukan isolasi mandiri untuk mengantisipasi penyebaran wabah Covid-19.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang datang ke Bangka, mohon untuk kesadaran sendiri melakukan isolasi guna mengantisipasi penularan atau penyebaran wabah Covid-19, baik itu keluarga maupun tetangga,” imbaunya.

Dia menyebutkan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hingga saat ini berjumlah 82 orang, dan dinyatakan sembuh sebanyak 74 orang.

“Upaya lainnya yang dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 adalah melakukan sosialisasi dan penindakan terhadap orang-orang yang tidak memakai masker,” tuturnya.

“Dan sanksi yang diberikan adalah melakukan push up, kemudian ada yang menyanyikan lagu Indonesia Raya, ada yang membaca Pancasila, dan setelah itu kita memberikan masker,” bebernya.

Selain itu, bagi para pelaku usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan juga akan diberikan sanksi, yakni pertama sanksi tertulis, apabila sanksi tersebut tidak diindahkan, maka akan dilakukan penutupan sementara tempat usaha tersebut.

“Namun, jika para pelaku usaha tersebut masih membandel lagi, maka akan diberikan sanksi pencabutan izin usaha, itu sudah tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 38 tahun 2020,” tegasnya.

Disisi lain, dia melanjutkan, pasien dari Kabupaten Bangka yang dirawat di Wisma Karantina Provinsi Babel saat ini berjumlah tujuh orang dan satu pasien lagi dirawat di ruang isolasi bertekanan negatif Rumah Sakit Umum Depati Bahrin. (rb)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top