Soal IUP OP, PT. BBSJ Klaim Telah Berafiliasi Dengan PT. Timah

Soal IUP OP, PT. BBSJ Klaim Telah Berafiliasi Dengan PT. Timah

beritababel

 


PANGKALPINANG BBC - Pihak Sucofindo selaku surveyor kepada wartawan mengklaim bahwa PT. BBSJ yang merupakan pemegang IUP Operasi Produksi Khusus Pengolahan berafiliasi dengan PT. Timah Tbk selaku pemegang IUP OP untuk untuk mendapatkan sumber bahan baku pemurnian Zircon. Hal ini seperti diungkapkan oleh Unit Head PT Sucofindo (persero) Pangkalpinang Rafli Fajar Adiputra dalam konfirmasinya melalui pesan Whatsapp Jumat (25/9/20) pagi.

Tak hanya itu, Sucofindo pun juga memastikan bahwa 350 mt Zircon yang diekpor ke Singapura tersebut sudah memenuhi kadar yang ditentukan berdasarkan Permendag no 96 tahun 2019 tentang ketentuan ekspor produk pertambangan hasil pengolahan dan pemurnian. Ia menekankan bahwa final inspection dari Pabean juga menyatakan clear. Sehingga proses ekspor bisa dilakukan.

"Terkait kualitas kadar sudah lolos, berdasarkan Permendag nomor 96 tahun 2019. IUP OP mereka ada kerjasama dengan PT. Timah," terang Rafli menjawab konfirmasi dalam pesan whatsapp, Jumat (25/9/20) siang.

Senada dengan Sucofindo Pihak PT BBSJ sendiri melalui direksinya Arby, membenarkan bahwa pihaknya bekerjasama dengan PT. Timah dalam mengelola dan memurnikan mineral ikutan.

"PT. bersahajamengelola dan memurnikan mineral ikutan bekerjasama dengan PT. Timah, Trims," tulis Arby singkat menjawab konfirmasi wartawan.

Keterangan terkait kerjasama, pengolahan dan pemurnian mineral ikutan ini sendiri terkesan kontra diktif dengan kegiatan pengembangan usaha PT. Timah Tbk. Pasalnya BUMN yang selama ini konsen memproduksi dan mengekspor logam timah, saat ini sedang membangun pabrik pengolahan mineral ikutan, kawasan Tanjung Ular Kabupaten Bangka Barat. Dikutip dari Tribunnews.com edisi Senin 5 Agustus 2019, Emiten tambang yang tergabung dalam holding Inalum ini bahkan sudah mengikat kerjasama dengan Batan untuk pengolahan mineral tanah jarang.

"Tahun ini kami lagi upayakan segera mendirikan pabrik pembangunan pengolahan monasit. Harapannya kalau sudah terbangun fasilitasnya bisa mengolah logam tanah jarang," kata Direktur Utama Timah Mochtar Riza Pahlevi saat konferensi pers di Hotel Borobudur, Senin (10/2/19), dikutip dari kontan.co.id edisi Senin 10 Februari 2020.

Namun soal statemen pihak PT. BBSJ dan Sucofindo yang mengklaim telah menjalin kerjasama dengan PT. Timah, Mochtar Riza Pahlevi belum dapat dikonfirmasi. Dalam pesan whatsapp yang disampaikan, Dirut PT. Timah Tbk tersebut belum memberikan balasan.

Terkait kelengkapan perizinan ekspor PT. BBSJ, pihak Bea Cukai Pangkalbalam melalui kabid humasnya, Suharyanto menerangkan bahwa untuk proses verifikasi di kepabeanan, seluruhnya melalui sistem online di Indonesia National Single Windows (INSW). Pihaknya sendiri hanya mengacu dari hasil verivikasi online tersebut untuk kemudian menerbitkan Persetujuan Ekspor barang (PEB).

"Verifikasi kami melalui pelayanan online, perizinan atau persyaratan yang wajib dipenuhi disampaikan instansi terkait ke portal INSW. Ini akan auto reject (ditolak otomatis) kalau ada izin atau nomor perizinan yang tidak sesuai. Terkait Pemeriksaan, setelah lolos verifikasi perizinan sistem pelayanan bea cukai akan memutuskan jalur hijau yang tanpa pemeriksaan atau jalur merah yang harus melalui pemeriksaan fisik barang. Jadi bisa saya sampaikan bahwa Bea Cukai sudah final inspection," urai Suharyanto.

Diketahui 350 mt Zircon yang dikemas dalam 15 kontainer, diloading ke tongkang yang ditarik taugboat BG Sindo Garuda Kencana V. 143 SN/TB SD Diamond. Kegiatan yang dilakukan Rabu (23/9/20) petang tersebut berlansung hingga malam hari.(tim)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top