Surat Sakti Gubernur Jadi Dasar Terbitnya SPB

Surat Sakti Gubernur Jadi Dasar Terbitnya SPB

beritababel

 


PANGKALPINANG BBC -- Surat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor: 540/0773/ESDM_3 Perihal Pengangkutan Pasir Tergali, diduga dijadikan salah satu alasan terbitnya Surat Persetujuan Berlayar untuk Tugboat Calvin 26 yang menarik Tongkang Marine Power 2702, yang bermuatan 3784 pasir tergali dari hasil kegiatan normalisasi dan pengerukan di Air Kantung Sungailiat.

Surat tertanggal 17 September 2020 itu, patut diduga berpotensi merugikan pendapatan daerah dan negara, lantaran Gubernur Babel memyatakan PT SMB tidak perlu menitipkan uang jaminan di Kas Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam setiap rencana pelaksanaan pengangkutan pasir tergali dari lokasi normalisasi dan pengerukan ke dumping area.

Dikonfirmasi Rabu (30/9), Kepala Kantor Syahbandar Dan OtoritasKSOP Pelabuhan Pangkalbalam, Izuar, membenarkan pihaknya telah menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar atau SPB untuk pengangkutan pasir tergali tersebut.

Izuar juga membenarkan, dokumen yang diajukan agen pelayaran untuk Tugboat Calvin 26 dan Tongkang Marine Power 2702 atasnama PT Seputih Makmur Bersama.

"Ya, kami terbit SPB setelah dokumen lengkap termasuk surveyor. Ada surat dari Gubernur, juga surat dari ESDM," ungkap Izuar.

Izuar menjelaskan, bahwa status Pelabuhan Sungailiat adalah Pelabuhan Pengumpan Regional, yang menjadi kewenangan Gubernur.

"Tupoksi kami tentang keselamatan kapal. Masalah ijin yang lain ada instansi masing-masing, dan silakan konfirmasi ke pemilik pasir sesuai ijin dari Pak Gub," bebernya.

Sementara Kepala Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melalui Reskiansyah selaku Kepala Bidang Pertambangan Bukan Logam Dan Batuan mengatakan, surat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor: 540/0773/ESDM_3 Perihal Pengangkutan Pasir Tergali itu, merupakan tanggapan atas surat Sekretaris Direktorat Jenderal Minerba dan Batubara, KESESDM RI Nomor: 123/30/SDB.H/2020 tanggal 15 September 2020, Perihal Pertimbangan Hukum Terhadap Kegiatan PT SMB.

"Mungkin surat kedua yang dari Gubernur itu, menanggapi surat dari Sekretaris Dirjen Minerba. Memang ada tembusannya ke kami (Dinas ESDM)," jelas Reskiansyah, Selasa (29/9) kemarin.

Informasi dan data yang beredar dikalangan wartawan, ribuan meter kubik pasir yang diangkut ke Marunda itu, diduga adalah pasir tergali dari hasil kegiatan Normalisasi dan Pengerukan Limbah Pasir di lokasi pesisir Air Kantung Sungailiat yang dilakukan oleh PT Seputih Makmur Bersama atau PT SMB.

Masih menurut informasi dan data yang beredar tersebut, Tugboat Calvin 26 yang menarik Tongkang Marine Power 2702, berangkat dari Sungailiat menuju Marunda pada hari Rabu malam, tanggal 23 September 2020. (Red)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top