Suku Bugis Desa Tanjung Gunung Kunjungi Gubernur Babel Erzaldi Rosman

Suku Bugis Desa Tanjung Gunung Kunjungi Gubernur Babel Erzaldi Rosman

Advertorial

 


PANGKALPINANG BBC - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman meminta kepala warga suku Bugis yang ada di Desa Tanjung Gunung, Kec. Pangkalan Baru, Kab. Bangka Tengah agar dapat mempererat tali silaturahmi sesama warga suku Bugis dan yang ada di Babel.

Hal itu disampaikan Gubernur Erzaldi Kamis,(1/10/20) di Ruang Kerja Gubernur Kepulauan Bangka Belitung ketika menerima kunjungan warga Desa Tanjung Gunung asal Bugis.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman selaku kepala pemerintahan di Babel merasa senang atas kunjungan warga setempat dan berharap tali silaturahmi selalu terjalin dengan baik, sehingga roda pembangunan berjalan lancar.

Selain itu, Gubernur Erzaldi juga meminta kepada suku Bugis yang berada di Desa Tanjung Gunung untuk dapat menjalin hubungan baik dengan suku yang lainnya sehingga, tercipta keharmonisan satu sama lainnya.

"Saya senang sekali bapak-bapak dapat berkunjung ke sini. Kita bisa berbagi informasi. Dengan silaturahmi ini, hubungan baik antara kita lebih bagus," ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Gubernur Erzaldi mengajak masyarakat nelayan di Tanjung Gunung untuk memanfaatkan program KUR untuk modal usaha nelayan.

"Sekarang ini Pemprov. Babel ada kerja sama dengan perbankan untuk membantu masyarakat UKMK yang kurang modal kerja akibat dampak Covid-19. Kalau bapak kurang modal, manfaatkan program ini," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Suku Bugis di Desa Tanjung Gunung, Hari Maca mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Erzaldi yang telah menyambut baik atas kehadiran mereka dengan baik.

Ini menjadi suatu kehormatan baginya karena mendapat rangkulan dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya, dengan langkah Gubernur Erzaldi untuk merangkul berbagai suku yang ada di Babel dapat menciptakan daerah yang aman dan nyaman.

Sehubungan dengan tawaran program KUR, menurut Ketua Suku Bugis Hari, ini menjadi langkah yang tepat dalam mengatasi permasalahan bagi nelayan yang kekurangan modal usaha di era pandemi Covid-19.(ril)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top