Penambangan Ilegal Timah Di Bangka Tengah "Kolong Merbuk"

beritababel

 

 

Bangka Belitung BBC - Aktivitas penambangan biji timah di bekas tambang Kobatin Kelurahan Koba, Kecamatan Koba Kabupaten Bangka Tengah kembali menggila. Terpantau sejak sebulan lalu hingga sekarang terus beroperasi siang dan malam. Bahkan belakangan diketahui diduga ada beking oknum aparat hingga penambang berani beroperasi di kolong Merbuk

Dari informasi yang didapat, Selasa malam (6/10/2020) terpantu belasan ponton beroperasi sampai malam. Terdengar suara mesin menderu dari mesin dompleng hingga mesin robin. Tak hanya di kolong Merbuk, penambang juga menghajar rawa rawa kayu gelam di seputar areal tersebut.

Diketahui sejak dulu lokasi tambang kolong Merbuk ini illegal. Kerap kali aparat dari Polres Bangka Tengah melakukan imbauan bahkan razia jangan sampai ada aktivitas penambangan timah.

“Susah ngomong, Pak. Sering dirazia polisi masih saja beroperasi tambang di kolong Merbuk ini. Kami warga sekitar takut kejadian banjir tahunan. Apalagi sekarang musim hujan, takut saja air meluap hingga longsor dan menyebabkan rumah kami kebanjiran,” ujar salah seorang warga di sekitar kolong Merbuk, Selasa (6/10/2020).
 
Warga lainnya yang meminta namanya jangan ditulis mengatakan, jika tambang kolong Merbuk bisa beroperasi kembali diduga ada bekingan oknum aparat.
“Jelas ada yang membekingi dari oknum aparat hingga penambang berani beroperasi dari siang hingga malam. Setahu kami ada nama Iswadi selaku koordinator dan pembeli timah. Iswadi juga punya tiga ponton begawe disana. Bahkan bekas tambak lele juga dibantai oleh penambang,” jelasnya.
 
Warga berharap ada perhatian khusus dari aparat kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan penertiban jangan sampai ulah para penambang ini menyebabkan rumah warga kebanjiran.

Dihubungi terpisah, Danramil Koba, Mayor Ihsan membantah jika ada oknum aparatnya yang turut membekingi. “Tidak ada anggota saya yang membekingi. Info masyarakat dari mana. Setahu saya tidak ada penambangan, yang ada cuma tambak udang,” sangkalnya dihubungi wartawan melalui ponselnya, Selasa (6/10/2020).

Sementara itu, Iswadi yang disebut sebut sebagai koordinator dan pemilik 3 ponton saat dikonfirmasikan melalui sambungan telepon beberapa kali tidak aktif. Bahkan dikirimi pesan juga tidak memdapat balasan.

Hingga berita ini ditayangkan, Kapolres Bangka Tengah, AKBP Slamet Ady Purnomo masih dalam upaya konfirmasi apakah akan segera melakukan penertiban. (Tim)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top