Ini Kewajiban PT. Pulomas dalam Sanksi Administratif dari BLH Babel

Ini Kewajiban PT. Pulomas dalam Sanksi Administratif dari BLH Babel

Hukum

 

PANGKALPINANG BBC - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Bangka Belitung menjatuhkan sanksi administratif kepada PT. Pulomas Sentosa. Perusahaan yang melakukan pekerjaan pengerukan dan normalisasi alur muara dan kolam Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)Sungailiat Bangka, sejak 2011 ini ternyata tidak diperbolehkan menumpuk pasir hasil pengerukan di bibir muara Air Kantung. Akibat dugaan pelanggaran kerja tersebut pihak BLH Babel pun memerintahkan PT, Pulomas untuk tidak lagi menimbun pasir di kiri kanan pintu muara Air Kantung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bangka Belitung, Eko Kurniawan, ketika dikonfirmasi lewat sambungan telepon, membenarkan adanya sanksi administratif tersebut. Menurut Eko Kurniawan, SK bernomor 188.4/1097/DLH/2020 tersebut ditandatanganinya pada 28 September 2020 lalu, dan terhitung berlaku sejak itu.
"Benar pak, kita memberikan sanksi kepada PT. Pulomas terkait dugaan tidak mengindahkan aturan terkait lingkungan. Salah satunya adalah menempatkan pasir hasil pengerukan di bibir muara Air Kantung tersebut. Karena seharusnya itu tidak ditempatkan di sana. Akan tetapi di dumping area yang lokasinya berada agak ke dalam ke arah darat. Jadi seharusnya tidak ditumpuk di pinggir kiri kanan muara. Tapi langsung ke dalam tongkang dan diangkut. Oleh karena itulah kami menegur dengan SK sanksi administratif kepada Pulomas," Eko Kurniawan dalam sambungan telepon Jumat (9/10/20) siang.
Berikut petikan sanksi administratif yang dilayangkan kepada pihak PT. Pulomas Sentosa.
Kesatu:
Menetapkan Sanksi Administratif Paksaan kepada PT. Pulomas Sentosa untuk:
a. Menghentikan aktifitas penempatan material pasir hasil pengerukan di kiri dan kanan alur masuk muara Sungai Jelitik dan memindahkan tumpukan psir yang ada di kiri dan kanan alur masuk muara Sungai Jelitik
b. Melakukan konsolidasi dengan masyarakat sekitar untuk meredam gejolak social
c. Mengoptimalkan upaya agar muara Sungai jeltik dapat dipergunakan lalu lintas keluar msuk perahu masyarakat nelayan
d. Melaporkan progress pemindahan material pasir hasil pengerukan di kiri dan kanan alur msuk muara Sungai Jelitik ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bangka Belitung.
KEDUA
Berdasarkan berita acara verifikasi pengaduan lingkungan hidup terhadap PT. Pulomas Sentosa di desa Jelitik Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tanggal 24 September 2020, PT. Pulomas telah melakukan pelanggaran.
a. Menempatkan matrial pasir hasil pengerukan di kiri kanan alur muara Sungai Jelitik. Hal ini melanggar ketentuan dalam: pasal 53 ayat (1) huruf (a) peraturan pemerintah nomor 27 tahun 2012 yang berbunyi: Pasal (1) pemegang izin lingkungan berkewajiban huruf (a) menaati persyaratan dan kewajiban yang dimuat dalam izin lingkungan dan izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
b. Tidak melakukan konsolidasi dengan masyarakat untuk meredam gejolak sosial hal ini melanggar ketentuan pasal 53 ayat (1) huruf (a) peraturan pemerintah no 27 tahun 2012 yang berbunyi pasal (1) pemegang izin lingkungan berkewajiban huruf (a) mentaati persyaratan dan kewajiban yang dimuat dalam izin lingkungan dan izin perlindungan dari pengelolaan lingkungan hidup
c. Belum optimal mengupayakan muara Sungai jelitik dapat dipergunakan lalu lintas keluar masuk perahu msyarakat nelayan. Hal ini melanggar ketentuan dalam: pasal 53 ayat (1) huruf (a) peraturan pemerintah nomor 27 tahun 2012 yang berbunyi: Pasal (1) pemegang izin lingkungan berkewajiban huruf (a) menaati persyaratan dan kewajiban yang dimuat dalam izin lingkungan dan izin perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup
d.
KETIGA
Pelaksaan pemenuhan kewajiban sanksi administratif paksaan pemerintah sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu ditentukan dalam jangka waktu sebagai berikut :
a. Menyelesaikan pemindahan material pasir hasil pengerukan dikiri dan kanan alur muara Sungai Jelitik ke area yang ditentukan dalam dokumen evaluasi lingkungan hidup (DELH) dalam jangka waktu 90 (sembilan puluh) hari dan tidak menempatkan material pasir dikiri kanan alur muara Sungai Jelitik.
b. Melakukan konsolidasi dengan masyarakat sekitar untuk meredam gejolak sosial dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari.
c. Mengoptimalkan upaya agar muara Sungai Jelitik dapat dipergunakan lalu lintas keluar masuk perahu masyarakat nelayan dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari.
d. Melaporkan progres pemindahan material pasir hasil pengerukan dikiri kanan alur masuk muara Sungai Jelitik ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung setiap 30 (tiga puluh) hari selama proses kegiatan berlangsung.

Pantauan wartawan, pada tanggal 2 Oktober 2020 lalu, pihak PT. Pulomas sendiri masih melakukan kegiatan penimbunan masih dilakukan oleh PT. Pulomas. Setidaknya terdapat 1 unit Excavator warna Orange yang beraktifitas mengeruk pasir pada posisi slope gunungan pasir dan menimbun pasir di atas gundukan. Pihak Pulomas sendiri hingga berita ini diturunkan masih belum dapat dikonfirmasi, kendati telah beberapa wartawan kali berupaya menelpon.(red)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top