Walau Anggaran Defisit  Kebutuhan Masyarakat Jadi Prioritas Walikota

Walau Anggaran Defisit Kebutuhan Masyarakat Jadi Prioritas Walikota

Advertorial

 

 

Pangkal Pinang BBC - Wali kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Maulan Aklil mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pangkalpinang mengalami kekurangan atau defisit hampir Rp 200 miliar.

 

Hal itu lantaran melorotnya Pendapatan Asli Daerah atau PAD ditengah pandemi Covid-19. Meskipun demikian dirinya tetap berusaha mengolah supaya pembangunan di Kota Pangkalpinang tak mandek.

 

“Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, kita akan melihat skala prioritas yang akan kita priotitaskan terlebih dulu,” sebut Maulan, Sabtu (24/10/2020).

Lanjut Molen sapaan akrabnya, dengan keterbatasan anggaran Pemkot Pangkalpinang terpaksa mengejar bantuan dari pihak ketiga serta anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) apabila anggaran pusat tak kunjung turun. Anggaran tersebut nantinya difokuskan kepada pelayanan masyarakat.

Kebutuhan primer masyarakat yang manjadi fokus utamanya, satu diantaranya kita fokus dalam penanganan banjir mana yang lebih prioritas itu yang lebih dulu dikerjakan. Pandemi Covid-19 tahun depan belum tentu selesai, jadi semuanya kita gerakan pelan-pelan.

Kita bersama-sama dengan legislatif, dengan para OPD kita mendiskusikan. Strateginya adalah kita harus berkomunikasi bersama-sama, program-program apa yang memang berdasarkan kebutuhan bersama,” sebut Wali Kota.

 

Selain itu, bapak lima orang anak ini juga menekankan semua kebutuhan harus ditata dengan baik, termasuk penanganan banjir dan kebutuhan masyarkat lainnya dengan segala keterbatasan.

 

“Saya minta masyarakat bersabar, ini secara bertahap akan tetap kita lakukan pembenahan meskipun anggaran kita terbatas,” tukas Molen. (rb)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top