Puluhan Nelayan Tolak  Penambangan KIP di Perairan Matras

Puluhan Nelayan Tolak Penambangan KIP di Perairan Matras

beritababel

 

Sungailiat BBC - Rencana penambangan timah sejumlah kapal isap produksi (KIP) mitra PT Timah dalam waktu dekat ini sepertinya kembali akan terhambat. Meskipun sebelumnya rencana masuk kapal isap produksi (KIP) di laut Matras telah mendapat dukungan dari 20 ormas, LSM dan OKP yang ada di Kabupaten Bangka.

Pasalnya, Minggu (25/10/20) kemarin, sejumlah nelayan sekitar Pantai Matras kembali melakukan aksi demo di Pantai Matras terkait penolakan terhadap rencana masuknya KIP di laut Matras.

Aksi para nelayan tersebut digelar di dua waktu yang berbeda dan videonya sempat beredar di sejumlah grup whatsApp di Babel.

Dalam aksinya, puluhan nelayan pantai Matras tersebut menyatakan sikap yang antara lain,
(1)  Meminta kepada PT Timah membatalkan pengoperasian kapal isap di area Laut Matras dan sekitarnya, karena akan merugikan dan mengganggu aktivitas serta pencaharian nelayan.
(2) Meminta kepada 22  LSM dan Ormas yang mendukung beroperasinya KIP di Laut Matras dan sekitarnya, untuk segera menarik dan menghentikan dukungannya kepada pengusaha KIP, dan kembali mendukung masyarakat nelayan, karena dengan dukungan terhadap beroperasinya KIP di Laut Matras dan sekitarnya, jelas-jelas merugikan nelayan, bahkan sampai memecah belah masyarakat.
(3) Meminta kepada pihak kepolisian Polda Kepulauan Bangka Belitung, untuk menindak tegas pelaku atau orang-orang yang berusaha membuat gaduh di masyarakat, dan berpotensi kepada tindakan anarkisme serta melindungi hak-hak masyarakat, khususnya masyarakat nelayan.
(4) Meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bangka dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beserta DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan DPRD Kabupaten Bangka, untuk mengawal dan mengutamakan kepentingan dan hak-hak para nelayan, dengan tidak merekomendasikan dan mengizinkan beroperasinya KIP di Laut Matras dan sekitarnya.

Mustar (52) yang merupakan salah satu Nelayan setempat yang juga merupakan koodinator nelayan pantai Matras kepada wartawan mengatakan jika aksi demo yang dilakukan sejumlah nelayan pantai Matras adalah bentuk sikap menolak aktivitas penambangan di laut Matras.

“Aksi demo tadi siang itu sebagai bentuk sikap kami sebagai nelayan yang memang tak menerima jika laut Matras ditambang,” kata Mustar kepada wartawan, Minggu (25/10/20).

Alasannya, kata Mustar jika laut Matras dan sekitarnya dilakukan kegiatan penambangan maka dampaknys terhadap kerusakan biota laut serta ekosistem lainnya yang pada akhirnya akan berdampak pada pencaharian masyarakat nelayan setempat.

“Kalau di perairan Matras ini masuk kapal isap (KIP, red) jelas akan terjadi dampak buruk terhadap kondisi laut Matras. Sebab adanya kegiatan tambang jelas nanti akan banyak lumpur dan kami nelayan akan sulit mencari nafkah,” ungkapnya.

Terkait adanya warga yang pro dan pernyataan dukungan sejumlah Ormas, LSM dan OKP terhadap aktivitas penambangan KIP di laut Matras. Dikatakan Mustar jika pihak yang pro terhadap rencana kegiatan penambangan di laut Matras Sungailiat itu sesungguhnya bukan nelayan.

“Yang saya tahu yang pro itu adalah orang yang bukan nelayan termasuk panitianya KIP. Nah panitia itu malah bukan pula nelayan. Mereka itu sebenarnya tidak tahu menahu bagaimana seluk beluk laut,” kata Mustar.

Oleh karenanya, kata Mustar pihak Nelayan sangat berharap kepada Pemerintah Daerah, DPRD dan PT Timah serta pihak lainnya untuk melihat permasalahan ini secara profesional.

"Kami nelayan mengharapkan agar Pemerintah Daerah, DPRD, PT Timah dan pihak-pihak terkait, untuk melihat permasalahan ini secara profesional. Kami khawatirkan jika KIP mitra PT Timah beroperasi di laut Matras. Maka lumpur akan naik keatas permukaan laut dan ikan yang berada di laut wilayah kerja KIP akan lari, berarti secara otomatis penghasilan kami para nelayan akan berkurang. Jadi apapun bentuknya di laut kami (Matras, red) ini tidak boleh ada penambangan. Ini harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kami tidak melarang PT Timah beserta mitranya untuk melakukan penambangan. Tapi tidak di laut kami, laut Matras Zero Kapal Isap,” tegasnya.


Kepada 22 LSM dan Ormas yang mendukung aktivitas penambangan KIP Mustam berpesan, tolong sikapi permasalahan ini dengan hati yang jernih. Mustam juga mengingatkan,  kepada kawan-kawan LSM, seharusnya mendukung masyarakat. Bukan mendukung pengusaha.”Nelayan bukan tidak mendukung PT Timah dan mitranya, tetapi nelayan minta jangan ganggu wilayah tangkap para nelayan,  yang punya hak juga atas Laut Matras dan sekitarnya,” tukas Mustam

Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Kabid Humas PT Timah, Anggi Siahan yang dikinfirmasi via pesan whatsApp, Senin (26/10/20) pagi, terkait aksi penolakan Nelayan pantai Matras terhadap rencana penambangan oleh KIP di laut Matras, belum bersedia memberikan penjelasannya.(rb)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top