Aktivitas Penambangan Timah TI Rajuk Diduga Ilegal Dikawasan Bendungan Pice, Talud Sayap Bendungan Terancam Rusak

Aktivitas Penambangan Timah TI Rajuk Diduga Ilegal Dikawasan Bendungan Pice, Talud Sayap Bendungan Terancam Rusak

beritababel

 

Belitung Timur BBC - Aktivitas penambangan Timah, Tambang Inkonvensional (TI)   dikawasan Sungai Lenggang,  terutama dikawasan Bendungan Pice menjamur, Talud Sayap Bendungan Pice terancam rusak.

Terkait hal tersebut,  tampaknya aparat penegak hukum (APH) di Belitung Timur tidak berdaya menghadapi para pelaku penambang timah  TI rajuk yang diduga ilegal dan dinas terkait seakan- akan lakukan pembiaran,  bahkan para penambang ilegal dengan gagah berani dan terang-terangan melakukan aktivitas penambangan timah dikawasan Bendungan Pice Desa Selinsing, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur.

Ketidaktakutan para pelaku penambang timah terus merambah kawasan terlarang tersebut, walaupun penertiban penambangan TI Rajuk ilegal sudah sering dilakukan  oleh APH.
 
Ketidakberdayaan APH untuk menerbitkan para pelaku penambang  TI Rajuk ilegal, maka tak heran kegiatan penambangan timah ilegal dikawasan Bendungan Pice pada aliran Sungai Lenggang tersebut terkesan gagah berani.

Mirisnya lagi, walaupun sudah terpampang Plang larangan dari Kementerian Pekerjaan Umumi dan Perumahan Rakyat Dirjen SDA BBWSS.VIII yang salah satu tulisannya, "Dilarang Menambang", hal tersebut  tak pernah diindahkan.

Dari pantauan wartawan dilapangan, Rabu (04/11), Penambang TI Rajuk sudah mendekati talud sayap Bendungan Pice bahkan sudah ada talud yang sudah retak,  dan selanjutnya pulau kecil sebagai penyanggah/pemecah aliran air yang mengalir juga terancam hilang, hal ini sangat disayangkan,  tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan tersebut.

Camat Gantung Yusmawandi saat ditemui Beritababel.com untuk menanyakan terkait dengan aktivitas tambang timah rajuk yang berlokasi disekitar Bendungan Pice mengatakan, sangat menyayangi atas aktivitas penambangan tersebut,  dan juga menurutnya sudah sering sampaikan kedinas terkait tetapi tidak ada tanggapan.

"  kawasan bendungan pice tersebut kita harus saling jaga kelesteriannya,  itukan aset negara. Sudah berapa banyak uang negara untuk membangun pada kawasan bendungan pice itu, sudah ratusan miliyar, bagaimana  jika  talud tersebut ambruk," terang Yusmawandi.

Ia berharap terutama dilokasi kawasan dikawasan  bendungan pice jangan ditambang, mengingat   kawasan itu  adalah kawasan wisata.

"Kita tidak melarang orang mau kerja untuk kaya dan kita juga tidak melarang orang mau cari makan tapi semuanya itu kan ada aturan dan mekanismenya. Mana daerah yang boleh ditambang mana yang tidak boleh ditambang," tukasnya. 

Selanjutnya menurut salah satu warga Desa Lenggang perlunya kesadaran dalam melakukan aktivitas penambangan,  kalau memang itu  ada fasilitas umum seperti pada kawasan Bendungan Pice  bukan hanya itu saja tetapi fasilitas umum lainnya,  janganlah ditambang.

"Saya berharap  pada pelaku tambang jika ada fasiltas umum, jangan la diganggu," Harapnya.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak penambang belum bisa dihubungi. (Nik)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top