Program Padat Karya Pemprov. Babel Kali Ini Sasar Kawasan Gusong Bugis Belitung

Program Padat Karya Pemprov. Babel Kali Ini Sasar Kawasan Gusong Bugis Belitung

Advertorial

 

TANJUNG PANDAN BBC - Program padat karya penanaman mangrove dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dan gerakan menanam jambu mete kali ini menyasar kawasan Gusong Bugis atau Kampung Seberang, Kec. Tanjung Pandan, Kab. Belitung, Rabu (4/11/20).

Untuk diketahui bahwa program ini bertujuan untuk memulihkan ekonomi nasional di era Covid-19 sehingga, program ini dapat dimanfaatkan menjadi peluang bagi masyarakat.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman dalam arahan mengatakan, Kawasan Gusong Bugis merupakan salah satu kawasan wisata yang cukup indah untuk dikembangkan ke depan. Oleh karenanya, program padat karya menanam jambu mete ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi Kawasan Wisata Gusong Bugis.

"Menurut saya, Gusong Bugis sangat bagus dari pada kawasan yang pernah saya lihat. Jadi, pengembangan kawasan ini saya dukung, provinsi akan bantu. Oleh sebab itu, kawasan ini harus dijaga," ujarnya.

Kegiatan ini juga berdampingan dengan Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Batu Rusa Cerucuk dari Kementerian Kehutanan.

"Kawasan ini punya lahan seluas 750 ha, yang terdiri dari hutan mangrove dan jambu mete. Tahun ini rehabilitasi hutan 30 ha. Harapan kita kepada kelompok HKM yang sudah melakukan pengolahan hutan Gusong Bugis ke depan lebih baik lagi, dengan harapan jumlah kunjungan ke tempat wisata Gusong Bugis meningkat," ungkapnya.

Namun, Gubernur Erzaldi mengapresiasi kerja kelompok HKM atas usahanya menjaga hutan serta, menyambut baik keinginan warga untuk melakukan budi daya ketam karena, menurutnya tempat tersebut sangat cocok.

Kepala HKM Gusong Bugis, Mawardi mengatakan, secara izin, pengolahan hutan ini sudah berlangsung 5 tahun yang mana, lahan ini merupakan lahan ekstambang.

Di akhir kegiatan Gubernur Erzaldi menyerahkan buku rekening secara simbolis kepada kelompok HKM yang mengolelola hutan.(ril)



Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top