Pemprov. Babel Ikuti Koordinasi Pemanfaatan Anjungan Pemda se-Indonesia

Pemprov. Babel Ikuti Koordinasi Pemanfaatan Anjungan Pemda se-Indonesia

Advertorial

 

PANGKALPINANG BBC - Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) menyelenggarakan rapat koordinasi terkait pemanfaatan anjungan Pemerintah Daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Senin (9/11/20).

Kegiatan ini diikuti 74 peserta dari seluruh provinsi se-Indonesia, termasuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diikuti Sekretaris Daerah (Sekda) Bangka Belitung (Babel), Naziarto. Koordinasi itu dilaksanakan melalui virtual aplikasi Zoom Meeting. Tampak hadir Koordinator KPK Porwil II Asep Rahmad Suwandian, Dirjen Keuangan Daerah dan Direktur Utama TMII.

Dalam penjelasannya, pihaknya ingin mengetahui optimalisasi pemanfaatan setiap anjungan milik masing-masing provinsi sebagai sarana promosi pariwisata dan edukasi kebudayaan bagi masyarakat umum.

"Seperti yang diamanat dalam undang-undang, kami mendapat amanat membantu perbaikan tata kelola aset negara, meliputi area administrasi dan penguasaan fisik," jelasnya.

Oleh sebab itu, aset yang menjadi kewenangan Sekretariat Negara yang ada di TMII diharapkan dapat digunakan sebagai fungsi memperkenalkan kebudayaan dari setiap daerah.

"Peran anjungan di TMII di pendidikan dan kebudayaan, jangan lepas dari visi misi itu sendiri. Anjungan pemerintah daerah sudah terdiri dari 33 anjungan dengan kondisi dan aktivitasnya sudah mulai berfungsi. Kami mendorong inovasi dari setiap pemerintah daerah berlomba-lomba untuk memperkenalkan budaya dan prestasinya," jelasnya.

Dari Kementerian Sekretariat Negara diwakilkan Kepala Biro Umum membenarkan anjungan tersebut merupakan aset di lembaganya sebagai tempat untuk pameran dan peralatan kesenian atau hasil karya-karya dari tiap daerah.

Untuk tertib administrasi pihaknya melakukan perjanjian pinjam pakai dengan seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Baru 30 provinsi yang telah menandatangan perjanjian tersebut, pengecekan pada 20 Oktober yang lalu ada beberapa kondisi anjungan yang tidak terawat dan diharapkan dapat diperbaiki.

Sementara milik Babel, diakui Sekda Naziarto, anjungan berupa rumah adat sejauh ini terawat dengan baik. Bahkan di tahun 2021 direncanakan akan ada perbaikan dengan mengalokasikan sejumlah anggaran.

"Punya kita sudah kita rawat dengan baik, 2021 kami juga akan kembali menganggarkan pemeliharaannya," ungkapnya.(ril)



Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top