Pelaku Industri Pengolahan Zirkon Harus Mempunyai  Izin Penyimpanan TENORM Sehingga Tidak Akan Terjadi Pencemaran Lingkungan Hidup.

Pelaku Industri Pengolahan Zirkon Harus Mempunyai Izin Penyimpanan TENORM Sehingga Tidak Akan Terjadi Pencemaran Lingkungan Hidup.

beritababel

 

BELITUNG BBC - Wakil ketua Departemen Pertanian, Kehutanan, Lingkungan Hidup, Energi dan Sumber Daya Mineral DPD KNPI Kab. Belitung Aully Amarta memberi tanggapan terkait pemberitaan adanya aktifitas pengiriman mineral ikutan Timah keluar Daerah Belitung dalam jumlah besar.

Aully mengatakan, bahwa sudah jelas apa yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah, bahwa ketika dilakukan proses tailing, kita tidak boleh hanya memikirkan aspek ekonomisnya saja, namun juga harus memperhatikan aspek resikonya yang bisa berbahaya bagi kehidupan.

"Pesan tersebut disampaikan Wagub pada acara sosialisasi pengawasan TENORM secara langsung kepada para pelaku industri penambangan, pemangku kebijakan dari dinas ESDM dan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Babel. Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Wagub Abdul Fatah," jelasnya.

Lanjutnya, pernyataan Wagub ini kami kutip dari berita Bappeten tanggal 26 Juni 2019, pada kegiatan tersebut sebagai pesan akhir, diharapkan setelah kegiatan Diseminasi Pengawasan TENORM para pengolah penambangan pasir Zirkon di Babel lebih memahami adanya bahaya radiasi yang disebabkan oleh mineral monasit, zirkon dan ilmenit.

Kemudian, pelaku industri pengolahan zirkon harus mengajukan izin penyimpanan TENORM sehingga tidak akan terjadi pencemaran lingkungan hidup.

"Mencermati itu semua DPD KNPI Kab. Belitung menegaskan, agar mineral ikutan dapat dikelola sesuai standar yang benar untuk menghindari dampak negatif bagi masyarakat," tutup Aully Amarta.(red)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top