Pengukuran Ulang Lahan Eks PT. KIA Batal dilakukan, Kades Dukong: ini Tanah Dikelola PT. KIA Tidak Tumpang Tindih Dengan Siapapun

Pengukuran Ulang Lahan Eks PT. KIA Batal dilakukan, Kades Dukong: ini Tanah Dikelola PT. KIA Tidak Tumpang Tindih Dengan Siapapun

beritababel

 

TANJUNGPANDAN BBC - Pengukuran ulang lahan eks PT KIA seluas 1,3 ha yang terletak di RT. 003 Dusun Pilang I Desa Dukong yang telah diterbitkan atas nama Andry oleh Kepala Desa Dukong dan akte pelepasan hak pada tanggal 29 Juni 2018, urung dilaksanakan karena perwakilan PT.KIA tidak hadir.

Sebelumnya saat dilapangan sempat terjadi cekcok mulut dari perwakilan masyarakat dengan kepala desa Dukong.

Pasalnya masyarakat mempertanyakan dan meminta tentang Dokumen segel. Tidak berselang satu jam akhirnya dokumen segel diperlihatkan oleh kades dukong, dan diserahkan ke pihak kecamatan Tanjungpandan.

kemudian pihak kecamatan kembali ke kantor desa Dukong, untuk mempelajari dan membahas masalah lahan tersebut dengan pihak- pihak yang terkait.

Camat Tanjungpandan Sanwani mengatakan, sebenarnya kewenangan dari pihak kecamatan hanya memfasilitasi mediasi untuk membahas masalah lahan tersebut.

" Hasilnya dari pihak Desa dan kecamatan sedang meneliti data- data awal. Tetap kini harus dari pihak Desa ngundangnya sekali lagi. Kapan dari pihak PT. KIA sempat hadir," Kata Sanwani

Ia berharap lanjutan dari permasalahan ini pihak kecamatan berharap ada mediasi lagi untuk mempelajari dokumen - dokumen tersebut.

" Kami akan cek juga dokumen dari kami ada gak arsipnya, karena barang yang sudah terbit tidak dapat karena sudah sah SKT nya sudah sah terlepas apapun itu secara dokumen," Terangnya.

Senada dengan Camat Tanjungpandan, Sekcam Tanjungpandan Zaindra Jaya menyampaikan, akan mempelajari permasalahan lahan eks, lahan PT.KIA, karena dokumen segel lahan tersebut baru diserahkan.

“Kami akan mempelajari permasalahan eks lahan PT.KIA yang baru diserahkan ke kami (pihak Kecamatan),” paparnya.

Sementara itu perwakilan masyarakat Desa Dukong, Muhammad Nazuri atau yang biasa disapa Dodi mengaku sangat kecewa dengan hasil di lapangan yang rencana akan diukur ulang tetapi batal diukur dikarenakan pihak eks PT. KIA tidak hadir.

" Kami sangat kecewa dengan hasil tadi, upaya yang kami lakukan sebagai masyarakat adalah untuk kepentingan umum masyarakat Dukong. Kami berharap permasalahan ini agar cepat selesai. Untuk kepada kepala Desa Dukong bersama masyarakat berupaya untuk menambah lahan Fasum, dan bukan menghilangkan Fasum,” ujar Dodi.

Sementara itu Kepala Desa Dukong Zainal saat ditemui awak media diruangannya menegaskan, tidak akan mengembalikan lahan seluas 1,3 ha kepada masyarakat.

" Mun (Kalau) itu tumpang tindih dengan masyarakat pasti dikembalikan ke masyarakat inikan tanah dikelola PT. KIA tidak tumpang tindih dengan siapapun," Tegasnya. (Hn)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top