Statement Sabilum dan MK Kontroversi

Statement Sabilum dan MK Kontroversi

beritababel

 

MENDOBARAT BBC - Ada yang menarik dicermati statement dari pihak Pejabat Pembuat Komitment (PPK) proyek pembangunan Gedung Serba Guna (GSB) IAIN Syekh Abrudahman dengan pihak Manajemen Konstruksi (MK). Sebelumnya MK dari pelaksana proyek, Kresna mengaku bahwa tidak ada perubahan struktur dalam pelaksanaan proyek GSB Instritu Agama Islam Negeri (IAIN) tersebut. Bahkan Kresna mengaku seluruh material sudah on set kendati ada beberapa kendala pengiriman barang terkait wabah Covid-19 pada 2020 ini.

"Tidak ada perubahan struktur pak. Kalau pun ada itu harus ada persetujuan dari konsultan berkala. Jadi tidak ada review design atau struktur. Materialnya juga begitu. Bahkan materialnya semua sudah on set. Semuanya dikerjakan sesuai dengan perencanaan awal," terang Kresna kepada wartawan saat dijumpai di lokasi proyek Senin (21/12/20) pagi.

Namun pernyataan Kresna tersebut terdengar kontroversi dengan apa yang sampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Sabilun. Dalam keterangan yang disampaikan Sabilun kepada sejumlah wartawan Kamis siang, Sabilun memastikan bahwa ada perubahan material struktur konstruksi dalam pengerjaan proyek GSB tersebut. Di depan sejumlah wartawan Sabilun yang didampingi Kresna bahkan mengaku sudah melakukan presentasi di Kementerian PU di Jakarta terkait perubahan material strukstur konstruksi tersebut.

"Benar ada perubahan konstruksi, yang awalnya dalam perencanaan menggunakan besi H-beam diganti menjadi besi jenis Pipa. Jadi memang ada review design. Itu sudah melalui adendum dan melibatkan PPK dan Konsultan. Dan kita bahkan presentasikan ini di Kemerterian PU Jakarta," jelas Sabilun kepada wartawan Kamis (24/12/20) siang di lokasi proyek.

Sebelumnya hasil temuan sejumlah wartawan, mendapatkan informasi terpercaya dari pidahk yang berkompeten. Informasi tersebut menyebutkan bahwa sudah terjadi perubahan struktur bangunan dalam proyek GSB IAIN Babel senilai Rp 32,7 miliyar tersebut. Pihak sumber menyebutkan bahwa seharusnya konstruksi rangka bangunan menggunakan besi baja H-beam dan bukan besi jenis pipa silinder. (tim)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top