Dorong Kinerja Intelijen, Jaksa Agung Angkat Sumpah Satgas 53

Dorong Kinerja Intelijen, Jaksa Agung Angkat Sumpah Satgas 53

Nasional

 

JAKARTA BBC - Jaksa Agung RI ST. Burhanuddin melakukan pengambilan sumpah kepada anggota Satgas 53 Senin (28/12/20). Pengambilan sumpah yang dilakukan secara daring tersebut dipusatkan di Badiklat, diikuti oleh Kejari, Pejabat setingkat Kasi dan Eselon V yang telah menyelesaikan pendidikan. Pengangkatan sumpah ini sendiri dilakukan secara daring sebagai respon penerapan protokol Covid-19

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengatakan, pelantikan dan mengambil sumpah anggota Satgas 53 di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI dalam rangka mencegah adanya potensi pelanggaran oknum Kejaksaan maupun dalam rangka menindak dengan tegas setiap pelanggaran disiplin.

Dalam sambutannya, Jaksa Agung menyampaikan bahwa keberadaan Satgas 53 ini bukanlah sebagai koreksi, melainkan untuk memperkuat dan mempercepat kinerja Intelijen dan Pengawasan dalam hal penyajian informasi yang akurat.

Tak hanya itu, Jaksa Agung juga mengatakan bahwa Satgas 53 dibentuk guna mendorong kecepatan bertindak dalam menyelesaikan setiap dugaan pelanggaran disiplin, setiap tingkah laku dan sepak terjang setiap personil di Kejaksaan dalam penegakan hukum. menurutnya sepak terjang personil kejaksaan ini meruoakan tolak ukur wajah negara dalam mewujudkan supremasi hukum di mata dunia.

"Pembentukan Satgas 53 ini, senafas dengan arahan Presiden RI pada pembukaan Rapat Kerja Kejaksaan RI tahun 2020 pada 14 Desember 2020. Dalam arahannya, Presiden telah menyampaikan Kejaksaan adalah wajah penegakan hukum Indonesia di mata masyarakat dan internasional. Satgas 53 ini terdiri dari gabungan antara bidang Jamintel, Jamwas, dan Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum), yang memiliki karakteristik fungsi yang berbeda namun saling melengkapi" ujar Jaksa Agung ST. Burhanuddin dalam sambutannya.

Selanjutnya Jaksa Agung RI menunjuk Jamintel sebagai Ketua I Satgas 53, dengan harapan penanganan pelanggaran disiplin dapat ditinjau dari ranah pencegahan, bukan lagi sekadar dalam rangka penindakan.

"Diharapkan, melalui fungsi intelijen, dugaan pelanggaran disiplin dapat diketahui sejak awal melalui deteksi dini. Dengan upaya dan metode pendeteksian dini ini akan lebih mencegah dan menghindarkan setiap personel Kejaksaan dari perbuatan tercela dan yang dapat merugikan institusi.
Kehadiran Satgas 53 diharapkan akan menjadi motor penggerak yang mengakselerasi perubahan dan perbaikan institusi Kejaksaan, sehingga Kejaksaan akan menjadi role model penegak hukum yang profesional, akuntabel, dan berintegritas," timpalnya.(red)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top