Kasus perceraian Tahun 2020 di Kabupaten Belitung Tembus Angka 1.300 Kasus

Kasus perceraian Tahun 2020 di Kabupaten Belitung Tembus Angka 1.300 Kasus

Belitung

 

TANJUNGPANDAN  BBC - Sebanyak 1.300 kasus Angka perceraian di Belitung tahun 2020. Angka tersebut angka yang paling tertinggi se- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Hal itu diungkapkan Bupati Belitung, Sahani Saleh (Sanem) pada Rabu (6/1) usai acara Coffe Morning, kemarin pagi di Rumah Adat.

Sanem mengatakan, penyebab utama dari tingginya kasus perceraian di Belitung karena belum ada kesiapan mental dan banyaknya perkawinan dini yang terjadi di masyarakat khususnya masyarakat Belitung.

“Jadi kalau nak kawin itu harus tahu cikal bakal dari perkawinan biar dak becerai,” tukas Sanem kepada awak media.

Akibatnya dari tingginya perceraian, banyak janda-janda yang tidak mempunyai pekerjaan, kemudian pada akhirnya mereka akan terbebani dengan anak – anak mereka.

Lanjutnya lagi, Sanem meminta kepada kaum Pria harus berpikir dengan matang sebelum menikah, jangan sampai belum siap mental sudah ingin menikah.

“Agar tidak cerai dengan ini kawin dengan itu, nanti itu efeknya akan kacau dalam berbangsa dan bernegara,” tandas Sanem khawatir.

Selain itu juga dampak negatif dari perceraian itu akan berdampak kepada anak – anak mereka, karena kalau keluarga sudah berantakan bagai mana dengan tatanan sosial kehidupan dimasyarakat.

Guna mengantisipasi hal tersebut, ia meminta kepada lembaga adat agar bisa membantu pemerintah dalam menata kehidupan sosial dan masyarakat, karena sebelumnya Pemerintah sudah menerapkan aturan mengenai hal itu.

“Secara aturan sudah diterapkan, tinggal masyarakat memaknai atau tidak. Jadi masyarakat harus memaknai, melaksanakan tatanan sosial dalam berumah tanggal,” pacarnya. (Hn)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top