Tega, Janda Lima Anak Menunggak Cicilan Motor Tiga Bulan, di Bayar Dua Bulan Dulu Di Tolak Deb Collector, Motor Akan Ditarik

Tega, Janda Lima Anak Menunggak Cicilan Motor Tiga Bulan, di Bayar Dua Bulan Dulu Di Tolak Deb Collector, Motor Akan Ditarik

Belitung

 

BELITUNG, BBC- Seorang janda 5 (lima) anak atas nama Soimah (52) warga Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, merasa takut dan tertekan cara penagihan yang dilakukan oleh salah satu karyawan penagih hutang (Deb Collector) perusahan pinjam dana dengan jaminan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

Berbagai cara dilakukan agar konsumen yang menunggak cicilan motor harus cepat melunasi cicilan tersebut. Seperti yang dialami seorang janda anak lima ini.

Soimah yang kesehariannyaa bekerja sebagai nelayan (Nyulo) harus memutar otak mencari kekurangan uang untuk melunasi tunggakan cicilan motornya tersebut.

Diketahui, Soimah meminjam dana dengan jaminan BPKB motor Honda Beat Street sebesar Rp 7.000.000 di PT. BFI Finance Tanjungpandan dengan waktu masa pembayaran selama 24 bulan. Ia menunggak angsuran tiga bulan, yang perbulannya sebesar Rp 670.000. Saat Ia mau membayar angsuran motornya dua bulan sebesar Rp.1. 340.000 dari tunggakannya cicilannya sebanyak tiga bulan, namun di tolak oleh Deb Collector yang bekerja di PT. BFI Finance Tanjungpandan, Kabupaten Belitung dan jika tidak bayar tiga bulan maka motor tersebut akan di tarik.

" Saya tunggakannya tiga bulan, pas saya mau bayar dua bulan dulu ditolak oleh mereka (salah satu Deb Collector) PT. BFI Finance Tanjungpandan)," Ujar Soimah kepada Awak media. Senin (01/03).

Sebelumnya Deb Collector tersebut menghubungi Soimah lewat telepon seluler untuk mempertanyakan cicilan yang menunggak tiga bulan. Didalam pembicaraan tersebut ia tetap harus membayar tiga bulan tidak boleh dua bulan.

Mirisnya lagi pada saat ia mendatangi kantor PT. BFI Finance Tanjungpandan untuk bertemu kepala cabangnya sekaligus untuk membayar cicilan motornya dua bulan dulu dari tunggakan tiga bulan ditolak oleh salah satu karyawan perusahaan tersebut (Kasir PT. BFI Finance Tanjungpandan). Parahnya lagi uang tersebut disuruh bawa pulang.

" Aku datang kekantor, kubayarla dua bulan duitnye, dak nak die nerima nye ( kasir PT. BFI Finance Tanjungpandan). Bawa balikla duitnye duluk, kinila kepala cabang datang ke rumah ibu kiape pahamnye," Kata Soimah saat berbicara dengan kasir tersebut.

Setelah itu kata Soimah ia didatangi oleh tiga orang dari pihak PT. BFI. Finance Tanjungpandan menggunakan mobil.

" Mak mikak musim corona ini dak kan ade dak kuang bayar dua bulan dulu, kalok mutor mikak ambik idang ape aku ngencarik idup, aku belaki endak," Papar Soimah dengan menggunakan bahasa Belitung.

Untuk mencari informasi dan meminta klarifikasi lebih lanjut mengenai permasalahan tersebut para awak media mencoba mendatangi Kantor PT. BFI Finance Tanjungpandan, Jalan Sudirman, kelurahan Pangkallalang, Kecamatan Tanjungpandan untuk bertemu Kepala cabangnya

Kedatangan awak media disambut baik oleh salah satu karyawan yang menjabat sebagai kasir diperusahaan tersebut bernama Aldi. Namun sangat disayangkan keinginan awak media untuk bertemu dengan kepala cabang PT. BFI Finance Tanjungpandan tidak membuahkan hasil.

Para awak media yang datang hanya ditulis nama media masing- masing oleh kasir tersebut dan meminta salah satu nomor handphone yang bisa dihubungi olehnya untuk mengatur waktu, kapan bisa bertemu dengan kepala cabang PT. BFI Finance Tanjungpandan.

"Ini saya catat dulu, nanti aku hubungi untuk mengatur waktu pertemuan," Kata Aldi.

Sampai berita ini diturunkan para awak media belum bisa bertemu dan meminta klarifikasi kepada kepala cabang PT. BFI Finance Tanjungpandan mengenai permasalahan tersebut (Hn).

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top