DPRD BABEL INGIN ADANYA KEBIJAKAN YANG ADIL MASALAH MUTASI KARYAWAN PT.THEP

DPRD BABEL INGIN ADANYA KEBIJAKAN YANG ADIL MASALAH MUTASI KARYAWAN PT.THEP

Advertorial

 

PANGKALPINANG BBC - Awali pertemuan di Ruangan Banmus, Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi sampaikan bahwa pagi ini kami bukan sebagai lembaga pengadilan. "Karyawan hanya meminta adanya kebijakan perusahaan sehingga permasalahan mutasi ini tidak berlarut - larut. Harapan saya adanya investasi yang terus membangun provinsi ini", demikian sampai Herman pada Rapat Dengar Pendapat bersama dengan PT. Tata Hamparan Eka Persada.

Pertemuan pada Jumat pagi (12/03) ini turut dihadiri perwakilan Polda Babel, Dinas Tenaga Kerja Provinsi Bangka Belitung, Dinas Pertanian Babel, Disnaker Kabupaten Bangka Barat juga Perwakilan karyawan PT.THEP.

Alani mewakili karyawan THEP sampaikan bahwa tuntutan kami agar karyawan tidak dimutasikan secara seporadis. Padahal selama ini, THEP aman saja. Kami berharap adanya dialog yang baik.

Ditambahkan oleh Mandor Perawatan, Teguh Priyatno pada Perjanjian Kerja Bersama PT. THEP ( perjanjian antara perusahaan, SPSI dan karyawan) dalam Pasal 17 ayat 4 bahwa "SK mutasi diberikan dua (2) minggu sebelum karyawan dimutasikan" tetapi kami mendapatnya 2 hari sebelum keberangkatan ke lokasi mutasi.

Tanggapi aspirasi perwakilan karyawan, utusan dari THEP Imron Tajuddin yang menjabat Manager HRD "kami selalu berusaha agar semua lini dapat terkendali pada manajemen terbaru. Hasil koordinasi dengan SPSI, juga sepakat dengan manajemen bahwa mutasi dapat disampaikan satu minggu sebelumnya agar dapat beroperasional dengan normal dan mereka karyawan menandatangani SK-nya tanpa keberatan. Kami sesuai aturan UU maka agak kaget saat menerima surat dari Lembaga Anti Korupsi. Kami tergabung dalam wadah SPSI. Saat mutasi kami tidak melepaskan begitu saja, tetapi kami sediakan tempat menginap bagi karyawan yang tidak bisa bekerja pulang pergi.
Kemarin saya sudah menghubungi SPSI dan mereka mendukung mutasi guna regenerasi untuk mencapai target satu tahun mendatang. Hingga hari ini tidak ada satu karyawanpun yg protes kepada saya".

Herman Suhadi ungkapkan bahwa kita tidak perlu memperpanjang, harus di selesaikan secara kekeluargaan.

Imron kemukakan kami sangat terbuka dan taat aturan dan sesuai dengan Undang - Undang. Harapan kami dapat diselesaikan secara internal perusahaan.

Ketua Komisi II, Adet ungkapkan jika terkait mutasi yang sewajarnya adalah hal yang biasa dan tidak masalah. Perusahaan tentu saja punya aturan sendiri yang pastinya tidak menyimpang. Karena kita bekerja harus bersedia ditempatkan dimana saja. Jika ada masalah, selesaikan secara kompromi.

Diungkapkan Ketua Komisi IV, Jawarno bahwa saya tidak mengerti masalah mutasi ini apa ada yang dirugikan. Karena hingga sekarang, tidak jelas akar permasalahan dan dampak dari mutasi ini. Kami meminta penjelasan detail sehingga tahu langkah dan keputusan yang kita ambil.

Menjawabnya Teguh menjelaskan upah yang kami terima sesuai standart UMR Babel 3,2jt. Saya dipindahkan dari Penyampak ke Berang yang radius cukup jauh, tidak mendapatkan tambahan apapun malahan beban biaya transportasi kami bertambah. Dan kami juga dibebankan 250.000 untuk pembayaran uang makan. Tempat tinggal untuk karyawan juga tidak layak. Jadi kami merasa sengaja dimutasikan untuk membuat tidak betah dan menjadi bumerang sehingga kami mengundurkan diri sendiri.

Adanya penjelasannya ini Jawarno berpendapat perusahaan jelas sesuai dengan aturan melakukan mutasi bukan promosi tetapi jangan dengan emosi tindakan ini, tolong lah meski perusahaan berprinsip mencari keuntungan tetapi kemanusiaan tetap diseimbangkan. Mundur selangkah untuk kebijakan yang lebih adil.

Johansen Tumanggor tambahkan informasi yang kami dengar di ruangan ini akan kami cari fakta sehingga kebenarannya terungkap. Saya berharap THEP juga dapat bijak. Jika ada kekurangan, berikan pelatihan. Pasti ada tahapan guna perbaikan kualitas karyawan. "Saya ingin perusahaan dan karyawan sama - sama bahagia", ucap politisi Nasdem akhiri pendapatnya.

Hingga saat ini, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bangka Barat belum menerima hasil kompromi dari THEP dengan SPSI. Kami juga sangat setuju jika Komisi IV DPRD berkenan meninjau langsung kondisi karyawan di lokasi perkebunan.

Tampak hadir anggota DPRD lainnya Toni Mukti, Heriyawandi, Ranto Sendhu, Fitra Wijaya dan Susi.

Diakhir pertemuan Herman Suhadi berpesan kepada seluruh peserta rapat agar dapat memelihara dan menjaga situasi kamtibnas yang sudah sangat kondusif di kep. Babel.

"Saya mohon dengan hormat kepada kita semua mari kita jaga situasi kamtibnas yang sudah sangat kondusif di kep. Babel ini. Ada hal besar kita kecilkan, hal kecil kita hilangkan dan jangan mencari masalah," tutup Herman.

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top