Pemilik Tanah Minta PT. PUS Ganti Rugi Atas Tanah Yang digunakannya Untuk Akses Jalan Utama

Pemilik Tanah Minta PT. PUS Ganti Rugi Atas Tanah Yang digunakannya Untuk Akses Jalan Utama

Belitung

 

BELITUNG BBC- Perseteruan sengketa tanah antara pihak PT. Pratama Unggul Sejahtera ( PT. PUS) dengan salah satu anggota polisi yang berdinas di Polres Belitung kian memanas. Senin (15/03).

Pasalnya, kepemilikan tanah atas nama inisial PN berdasarkan nomor SKT. 108/DSS/I/ 2009 tanggal 27 Januari 2009 yang terletak di RT. 01 Dusun Sungai Samak, Desa Sungai Samak Kecamatan Badau sampai saat ini belum ada kepastian oleh pihak PT. PUS untuk perihal ganti rugi atas tanah tersebut.

Diketahui tanah tersebut kurang lebih sudah dua belas (12) tahun digunakan oleh pihak PT. PUS untuk lalu lintas jalan utama masuk truk membawa buah sawit, minyak CPO, Kernel dan lain-lain menuju pabrik.

Sudah belasan tahun PN menunggu kejelasan ganti rugi atas tanah tersebut tapi seolah- olah pihak PT. PUS hanya membiarkan saja.

Tidak hanya itu saja portal yang sudah kurang lebih satu minggu dipasang guna melakukan perlawanan agar pihak PT. PUS ganti rugi atas tanah tersebut sudah dua (2) kali dirusak.

" Sudah dua kali dirusak, kalau yang hari pertama itu dirusak oleh satpam PT. PUS atas perintah atasannya untuk yang kedua belum tahu siapa yang merusaknya," Ujar Vulta yang akrab di sapa Pupung, Tim Kuasa PN. Kamis (11/03) lalu.

Lanjutnya lagi kata Pupung, sampai saat ini pihaknya sudah pernah melakukan pertemuan tetapi tidak ada titik temu.

"Kita sudah ketemu Humas PT. PUS yang bagian kebun, tetapi tidak ada solusinya. Kita mau pihak PT. PUS ganti rugi, bila perlu silahkan ambil tanah tersebut tapi nego," Kata Pupung.

Sampai berita ini diturunkan tidak ada satupun dari pihak PT. PUS mau mengklarifikasi permasalahan tersebut. Manajer pabrik PT. PUS inisial EK saat dihubungi awak media melalu telepon seluler tidak diangkatnya, pesan chat Whatsapp pun tidak dibalasnya. Selain itu juga General Manajer (GM) PT. PUS inisial SD sama juga seperti EK seolah- olah mereka menghindar dari kejaran awak media. (Hn).

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top