Pemilihan Duta Bahasa, Tingkatkan Eksistensi Literasi di Babel

Pemilihan Duta Bahasa, Tingkatkan Eksistensi Literasi di Babel

Advertorial

 

PANGKALPINANG BBC – Kebutuhan akan bahasa menjadi vital dalam kehidupan bersosial. Namun sayangnya eksistensi bahasa Indonesia yang diatur dalam Undang-undang nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara Lagu Kebangsaan kurang dijunjung tinggi. Hal ini disebabkan karena lingkungan literasi yang kurang mendapatkan dukungan.

Karenanya, kegiatan Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) diyakini dapat memicu lingkungan literasi yang sehat dan dapat mewujudkan Trigata Bangun Bahasa yaitu, mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

Hal ini disampaikan Melati Erzaldi usai menjadi juri pada acara Pemilihan Duta Bahasa Babel tahun 2021 di Hotel Bangka City, Sabtu (27/3/2021).

“Hasil dari acara ini diharapkan bisa memicu eksistensi bahasa Indonesia melalui sosialisasi yang baik. Karenanya tugas Duta Bahasa ke depan sangat berat. Mereka harus mampu menyosialisasikan pentingnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik di dalam lingkungan, tanpa melupakan bahasa daerah dan tetap bisa menguasai bahasa asing,” ungkapnya.

Sebagai pengalaman pertamanya menjadi juri dalam Pemilihan Duta Duta Bahasa Provinsi Babel, Melati Erzaldi merasa Duta Bahasa Babel yang terpilih memang berkualitas, karena bobot pertanyaan yang cukup berat dan seleksi yang ketat.

“Seleksinya ketat, bahkan saya salut dengan para panitia, mereka sangat memahami karakter dari para finalis. Harapannya, Duta Bahasa Provinsi Babel yang menjadi perwakilan di ajang nasional dapat meraih predikat terbaik,” jelasnya.

Diketahui para finalis dipilih melalui berbagai rangkaian seperti pemberkasan, tes tertulis, wawancara, advokasi diri, pementasan seni, dan santiaji berupa,
1. pemanfaatan media sosial, kebahasaan, dan tes uji kemahiran berbahasa Indonesia;
2. penilaian dan materi wirausaha literasi, bahasa Inggris, sastra daerah, tugas dan fungsi sebagai duta bahasa;
3. penilaian dan materi teknik penulisan esai, kebudayaan, dan pengembangan diri;
4. materi dan penilaian monolog 4 bahasa, wawancara mendalam, dan krida (program kerja yang akan diimplementasikan oleh para Duta Bahasa dalam kehidupan bermasyarakat).

Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kemendikbud RI, Muh. Abdul Khak yang turut menjadi juri mengapresiasi semangat pemuda-pemudi Babel yang antusias mengikuti pemilihan duta bahasa.

“Jumlah masyarakat Babel tidak terlalu besar, dan kita dengarkan bersama total sebanyak 169 anak muda yang ikut mendaftar. Ini artinya semangat anak muda Babel untuk mengenal literasi cukup besar,” ungkapnya.

Menurutnya, ajang ini sebagai wadah anak muda untuk unjuk kebolehan sekaligus sebagai upaya memartabatkan bahasa negara, menjadikan anak-anak tumbuh dengan budaya literasi yang baik.

“Ikatan alumni duta bahasa (Ikadubas) mestinya tidak berhenti di sini, tapi juga membantu tetap berpartisipasi memperbaiki lingkungan dan masyarakat dalam hal literasi. Anak-anak calon pemimpin ini walaupun terkena bahasa Inggris, harus mampu memilah dengan tidak menjadikan bahasa asing sebagai bahasa utama,” ungkapnya.

Berikut daftar pemenang yang berhasil menjadi Duta Bahasa Provinsi Babel Tahun 2021.
Pemenang I : Aryo Dwi Pangga dan Nadya Elmelda Sari
Pemenang II : Darus Madi dan Merinda
Pemenang III : Muhammad Maulana dan Tri Ratih Puspa Sari
Pemenang IV : Jihad Muammar dan Nurul Fauziyah
Pemenang V : Meydi Ariandi dan Andini Karolita

Selain Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Kemendikbud RI, Muh. Abdul Khak dan Melati Erzaldi, acara ini turut dihadiri oleh Kepala kantor Bahasa Prov. Babel, Yani Paryono; Kepala Dinas Kearsiapan Pemprov. Babel, Asraf Suryadin; Ketua Bhayangkari Daerah Babel, Nina Anang Syarif Hidayat; Budayawan, Yan Megawandi; dan Praktisi Wicara Publik, Emil Via Sari.

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top