Tiga Bulan Buron, Pelaku Pembunuhan Berencana Berhasil Diringkus Polisi

Tiga Bulan Buron, Pelaku Pembunuhan Berencana Berhasil Diringkus Polisi

beritababel

 

BELITUNG, BBC- Jajaran Sat Reskrim Kepolisian Resor Belitung berhasil meringkus satu orang DPO pelaku dugaan Tindak Pidana Pembunuhan berencana setelah kurang lebih tiga bulan buron.

Tersangka DW alias PS (40) pelaku pembunuhan berencana terhadap Muhammad Nur Ilham (41) di sebuah rumah kontrakan yang beralamat di jalan Telex II Desa Air Ketekok pada 18 Desember lalu.

"Pelaku berhasil kami amankan di seputaran kediamannya pada 27 Maret pukul 18:30 WIB," kata Kapolres Belitung, AKBP Ari Mujiono di Tanjung Pandan, Senin (29/03).

Ia menjelaskan, penangkapan berawal ketika unit Resmob Satuan Reskrim Polres Belitung melakukan patroli di Kelurahan Parit dan Tanjung Pendam karena berdasarkan informasi masyarakat bahwa DPO dugaan tindak pidana pembunuhan berencana, tersangka PS berada di sekitaran lokasi tersebut.

Kemudian Unit Resmob melakukan pencarian di rumah tersangka di Jl. Lettu Mad Daud Rt/Rw. 022/011 Kelurahan Tanjungpendam namun tersangka tidak ditemukan dirumahnya.

Setelah itu Unit Resmob melakukan penyisiran di seputaran rumah tersebut dan melihat seorang laki - laki menggunakan jaket hitam di duga DPO tersebut.

"Karena mencurigakan kemudian Unit Resmob mendekati laki - laki tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan ternyata benar laki - laki tersebut merupakan DPO Pembunuhan Berencana yang terjadi pada Jumat tanggal 18 Desember 2020 di kontrakan saudara Winto Jl. Telex II Desa Air Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan," paparnya.

Kapolres menjelaskan, selama pelarian, PS diketahui bersembunyi dengan cara berpindah-pindah, dan salah satu tempat persembunyian pelaku adalah sebuah kebun yang beralamatkan di Desa Terong Kecamatan Sijuk.

"Kami sudah melakukan pencarian terhadap tersangka cuma dia sering berpindah-pindah tempat dan kebanyakan tersangka tinggal di kebun akhirnya kami mendapatkan informasi tersangka di sekitar kediamannya kemudian menyerahkan diri secara baik-baik ketika ditangkap dan tidak ada perlawanan," jelasnya.

Akibat perbuatan tersebut tersangka dijerat Pasal 340 KUHP subsidair pasal 338 KUHP lebih subsidair pasal 355 ayat (2) KUHP dan lebih suubsidair pasal 351 ayat (3) KUHP.

"Dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup atau selama-lamanya penjara 20 tahun dan ancaman paling ringan tujuh tahun penjara," ujar Kapolres. (*/hn).

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top