Izin Pabrik CPO PT. PUS Diduga Sudah Habis Masa Berlakunya, Namun Masih Terus Beroperasi

Izin Pabrik CPO PT. PUS Diduga Sudah Habis Masa Berlakunya, Namun Masih Terus Beroperasi

Advertorial

 

BADAU BBC - PT. Pratama Unggul Sejahtera (PT.PUS) salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar yang berada di Dusun Petikan Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung menuai sorotan.

Pasalnya, tujuh jenis perizinan pabrik minyak kelapa sawit mentah/CPO (Crude Palm Oil)  milik  PT.PUS  diduga sudah Habis  masa berlakunya sejak tahun 2020 lalu, namun pabrik masih terus beroperasi. Ketujuh jenis perizinan itu adalah akte izin pesawat uap-Deaerator tank, Nomor : 560/PU-003/Disnaker-Babel/2019,  izin pesawat uap-back pressure vessel, Nomor : 560/PU-004/Disnaker-Babel/2019, izin ketel uanp-back pipa air (Boiler no. 2) Nomor : KU-001/Disnker-Bel/2019, surat keterangan K3 bejana tekanan jenis air receiver tank, surat keterangan bejana tekanan jenis air receiver compressor, 2 jenis surat keterangan K3 instalasi penyalur petir jenis elektrostatik, nomor : 566/SK3.IPP-012/Disnaker/III/2018.

Dari pantauan Beritababel. Com jalan menuju pabrik  terlihat diportal, lantaran jalan yang digunakan untuk keluar masuk truk pengangkut buah sawit melewati   perkebunan warga belum ada kejelasan permasalahan sengketa tanah antara PT. PUS dengan salah satu warga.

Mirisnya lagi bau sangat menyengat dari  uap limbah yang mencemari udara hingga ke pemukiman warga.

Untuk mencari informasi lebih lanjut terkait permasalahan yang ada di PT. PUS. Berita babel. Com mencoba untuk menemui Manager  pabrik Eko Agus Harianto tetapi sayang belum berhasil untuk dikonfirmasi.

" Pak Eko  Belum dapat ketemu "  kata salah satu satpam perusahaan. Selasa, (30/03/2021) kemarin.

Sementara itu, Hal  yang sama juga terjadi pada GM PT. PUS. Sandi. Saat Dihubungi melalui telpon, telpon seluler miliknya hanya terdengar  nada sambung namun tidak diangkat, pesan whatsaap yang dikirim juga hanya dibacanya saja, namun tidak ada balasan.

Selain itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Bangka Belitung, Harrie Patriadi, saat dihubungi beritababel.Com untuk menanyakan terkait dugaan berakhirnya 7 jenis  perizinan  pabrik CPO PT. PUS, melalui pesan singkat whatsaap menyampaikan agar pihak perusahaan untuk mengajukan permohonan.

"Silahkan perusahaan yg mengajukan permohonan untuk di periksa uji.. pak," Kata Harrie membalas pesan whatsaap wartawan Beritababel. Com. Rabu (31/03/2021).

Sampai berita ini diturunkan belum ada satu pun pihak perusahaan PT. PUS yang mau mengklarifikasi permasalahan tersebut. (hn)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top