Sudah Sering Ditertibkan Namun Penambang Tidak Takut

Sudah Sering Ditertibkan Namun Penambang Tidak Takut

beritababel

MENGKUBUNG BBC - Meski sudah berulang kali ditertibkan oleh pihak terkait, namun tak membuat ciut nyali para penambang timah ilegal untuk kembali melakukan aktivitas penambangan timah secara ilegal di wilayah laut Belinyu, Desa Riding Panjang, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Aparat Kepolisian bahkan pernah memasang spanduk yang di wilayah tersebut, yang isinya dilarang menambang tanpa izin melanggar Pasal 158 UU No. 4 tahun 2009 tentang MINERBA

Sejumlah nama disebut-sebut berada di belakang aktivitas tersebut. Mulai dari KSM, JHN hingga HND yang menjadi koordinator kawasan penambangan non IUP tersebut. Nama-nama tersebut diduga para aktor yang membuat para penambang berani untuk kembali melakukan aktivitas di wilayah Laut Belinyu.

Dilansir dari sebuah media, ketua Lembaga Kelautan dan Perikanan (LKPI) Kabuapaten Bangka, Bujang Musa, bahkan pernah menyebut, bahwa KSM, salah seorang aktor dibalik tambang ilegal tersebut, memiliki bos yang merupakan tuhan kedua, sehingga membuat aparat penegak hukum berpikir dua kali untuk menindaknya.

"Pertanyaanya kalau sudah masang spanduk itu kenapa tidak ditindak? kita tidak tahu apa alasannya? Dan menurut saya sikap para penambang yang tidak mengindahkan sama artinya menyepelekan peraturan dan Undang-undang, padahal sudah tahu oknumnya bernama Kasim, malah warga Mengkubung itu berlenggang-lenggang, saya nggak ngerti itu, mungkin bosnya Kasim adalah Tuhan kedua jadi membuat pihak penegak hukum pikir-pikir dua kali menindaknya, padahal masyarakat nelayan sudah berteriak, ” Ungkap Bujang Musa.

Sementara BDN, salah seorang penambang mengatakan, KSM, memungut uang sebesar Rp 5 juta kepada setiap penambang jika hendak bekerja di lokasi tersebut.

Selain uang tersebut, KSM juga akan memotong timah yang mereka dapatkan sebesar 15 persen. Dan KSM jugalah yang menentukan harga jua timah mereka.

"Mau masuk kerja disana, harus bayar sama KSM. Selain itu juga ada potongan 15 persen yang akan dipotong langsung oleh KSM saat kami menjual timah nanti, karena timah wajib dijual pada KSM, dan KSM juga yang menentukan harga timah," ujar BDN sembari meminta namanya dirahasiakan.

Sedangkan nama JHN dan HND, disebut oleh narasumber lain yang bernama Pan, sebagai aktor yang bertanggung jawab mengamankan kegiatan tersebut.

"Nanti pasir timah yang di dapat KSM, akan diambil oleh JHN dan HND, kedua orang tersebut juga yang diduga bertanggung jawab atas keamanan para penambang di laut Belinyu, Selain itu, infonya mereka berdua juga memiliki puluhan armada ponton laut, yang nantinya akan bekerja menambang timah juga di tersebut" ungkap Pan.

Sebelumnya diberitakan sejumlah media, puluhan unit ponton ti apung mulai bergerak memasuki wilayah laut Belinyu dan Pulau Dante yang diduga akan melakukan penambangan di wilayah Non IUP tersebut.

Pihak Kepolisian Polda Babel, hingga berita ini diturunkan masih belum merespon konfirmasi para awak media.

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top