WC Seharga Rp 106 Juta di Desa Selat Nasik Menuai Soroton

WC Seharga Rp 106 Juta di Desa Selat Nasik Menuai Soroton

beritababel

 

SELAT NASIK, BBC - Pembangunan water closet (WC) atau toilet di RT. 006, RW 002 Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung yang menelan biaya ratusan juta menuai sorotan.

Pasalnya anggaran ratusan juta tersebut dikerjakan secara swakelola untuk pembangunan satu unit toilet dengan dua ruang satu untuk pria dan satunya wanita dengan jenis WC jongkok. Selain itu juga didalam bangunan toilet tersedia dua unit wastafel atau sarana cuci tangan, kran air, dua cermin, spetengnya di darat, tower tengki air dan yang terakhir listrik.

Diketahui pembangunan WC umum dengan volume panjang 3 meter x lebar 3 meter, sumber dana APBDES Selat Nasik T. A 2021 (DD 2021) nilai kontrak Rp. 106. 991. 050 ( Seratus Enam Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Satu Lima Puluh Rupiah) pelaksanaan 58 hari kerja dengan pelaksana tim yang melaksanakan kegiatan.

Salah satu warga Desa Selat Nasik yang namanya tidak ingin disebutkan menilai pembangun WC tersebut yang menelan biaya ratusan juta tidak masuk akal.

" Kita contoh saja kalau buat rumah untuk pribadi 5×7 terima kunci gak kan habis seratus juta, sedangkan bangunan itu 3×3 seratus juta lebih, itu gak masuk akal," ujarnya.

Dirinya berharap kepada pihak penegak hukum agar segera melakukan pemeriksaa terhadap proyek pembangunan WC tersebut.

" Saya berharap pihak- pihak yang terkait untuk melakukan pemeriksaan, supaya masyarakat tahu dana yang dihabiskan untuk membangun WC itu yang hanya satu unit saja," harapnya.

Sementara itu Pelaksana Kegiatan Anggaran Desa Selat Nasik, Marwan menyampaikan, pekerjaan tersebut dikerjakan oleh masyarakat secara swakelola.

" Ada tujuh orang yang mengerjakan proyek tersebut dengan sistem harian," Kata Marwan saat dihubungi Beritababel. Com melalui telepon seluler. Selasa (06/04/2021).

Menurutnya kata Marwan, pembangunan WC tersebut sudah sesuai dengan mekanisme dan sudah bisa digunakan untuk masyarakat Desa Selat Nasik maupun tamu- tamu yang datang ke desa tersebut.

Ditambahkannya lagi, untuk material- material pembangunan WC tersebut ada yang beli dari luar Desa Selat Nasik.

" Seperti semen, besi, ada pasir dari Tanjung (Tanjungpandan- red). Untuk angkut ( Barang Material- red) memakai motor penambang, misalnya semen mesan 50 sak atau 75 sak, 1 saknya Rp 12.000 sampai ditempat. kalau untuk besi aku kurang pas harganya, karne itukan TPK yang paham harga ongkos angkut segala macam, tapi kalau semen dianggarkan segitu," papar marwan.

Lanjutnya lagi, kata Marwan anggaran senilai Rp. 106. 991. 050 tidak dihabiskan semua.

" Anggaran itu tidak habis semua, masih ada sis," jelasnya.

Senada dengan Marwan, Rozali Pendamping Lokal Desa Selat Nasik dibidang pemberdayaan saat dijumpai awak media menyampaikan, pengerjaan proyek pembangunan WC didesa Selat Nasik sudah sesuai mekanisme dan bertujuan untuk menunjang pariwisata didesa tersebut.

" Itu untuk umum, salah satu penunjang saradan prasana pariwisata. Selama ini kan jadi permasalahan. Ada tamu mencari- cari (WC- red) sampai kerumah warga, maka dibangunlah WC," Ujar Rozali kepada awak media.

Lanjutnya kata Rozali selain pembangunan WC tersebut ada juga perlengkapan- perlengkapan lainnya.

" Selain pembangunan WC ada juga termasuk septic tank, termasuk perlengkapan lainnya termasuk tangki air dan lain-lain," Paparnya.

Sampai berita ini diterbitkan Kepala Desa Selat Nasik saat dihubungi awak media untuk menanyakan permasalahan pembangunan WC tersebut memelalui telepon seluler belum ada jawaban. (Hn)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top