TI Rajuk Semut di Pinggiran Aliran Sungai Pilang Terkesan Kebal Hukum

TI Rajuk Semut di Pinggiran Aliran Sungai Pilang Terkesan Kebal Hukum

beritababel

 


Tanjungpandan, BBC- Aktifitas penambangan pasir timah jenis Tambang Rajuk Semut di Dusun Pilang, Desa Dukong Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung semakin meraja lela.

Pasalnya tambang di sepanjang pinggiran aliran sungai pilang yang sebagian besar hutan bakau dibabat para penambang.

Mirisnya lagi, aktifitas tambang tersebut para penambang terkesan " Kebal Hukum", karena sudah dua kali dilakukan razia oleh aparat penegak hukum (APH) namun para penambang ilegal dengan gagah berani dan terang-terangan melakukan aktivitas penambangan.

Menurut sumber yang tidak ingin namanya ditulis menyampaikan, setiap penambang harus memberikan uang koordinasi sebesar Rp. 20.000 per kilogram dari hasil tambang timah tersebut dan diserahkan ke inisial YN.

" Sekarang ini kurang lebih ada 10 set mesin tambang di lokasi tersebut. Setiap kali penjualan dipotong Rp. 20.00 per kilogram," ujarnya.

Sementara itu YN yang disebut- sebut sebagai penampung hasil pasir timah tersebut saat ditemui awak media dikediamannya Sabtu (10/04/2021) lalu menyampaikan, uang tersebut memang benar dipotong Rp. 20.000 per kilogram.

Kepada awak media ia mengaku uang tersebut mengalir ke sejumlah pihak termasuk ke desanya (Desa Dukong- red) dan juga bantuan untuk mesjid.

" Ada untuk Desa dan juga mesjid," kata YN.

Lanjutnya lagi, ia merasa gerah dengan oknum- oknum tertentu yang meminta uang jatah koordinasi kepadanya baik siang maupun malam. Parahnya lagi jatah uang koordinasi yang diberikan oleh YN dikembalikan oleh oknum tersebut dengan alasan masih kurang karena ingin berbagi dengan temannya.

" Kesal la kadang- kadang mun dak ngerti, aku bukan nak melecehkan, cuman adela oknum- oknum, di pesan Whatsaap kadang melakukan pengancaman," paparnya. (Hn)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top