Walikota Berharap LAM Dapat Berpengaruh Di Kota Pangkalpinang

Walikota Berharap LAM Dapat Berpengaruh Di Kota Pangkalpinang

Advertorial

 
 

PANGKALPINANG - Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) berpesan agar Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pangkalpinang tetap fokus pada pekerjaanya serta harus memiliki potensi marwah yang berpengaruh di kota Pangkalpinang.

Hal tersebut di sampaikan Walikota Molen dalam pidato pada acara silahturahmi dan sosialisasi LAM bersama Budayawan, Seniman, Pelaku Budaya dan Penggiat Budaya Kota Pangkalpinang, di Sekertariat LAM Destinasi Kota Pusaka Kampung Melayu Tua Tunu, Masjid Kayu, Sabtu (24/4/2021).

” Saya minta LAM ini fokus dari pekerjaannya. Saya ingin LAM Kota Pangkalpinang ini, minimal hampir sama seperti Belitung. Belitung itu 47 dukun waktu saya kemarin kesana. 47 dukun ini sangat menentukan kebijakan-kebijakan di Belitung. Nah LAM di Pangkalpinang ini juga saya ingin punya potensi, punya marwah yang berpengaruh di Kota Pangkalpinang,” tutur Molen.

Menanggapi pesan Walikota Pangkalpinang, Nur Muhammad sekertaris LAM kepada awak media mengatakan pesan dari Walikota Pangkalpinang adalah pesan istimewa untuk kemajuan Lembaga Adat Melayu ke depan.

“Perintah tegas dari pak walikota bahawasannya Pengurus LAM harus Fokus dulu penguatan internal. Mempatenkan seragam dan tanda khusus serta pengelolaan kawasan wisata pusaka budaya melayu yang menjadi sekretariat, agar di ingat dan di kenal masyarakat kota Pangkalpinang. Berkali-kali pak walikota menyampaikan fokus, fokus, fokus,” ungkapnya.

Menurut Nur, pesan dari Walikota ini istimewa. Sebab Walikota menginginkan LAM bisa membawa Adat dan budaya melayu maju di kota beribu senyuman setelah 12 tahun LAM ini vakum di kota Pangkalpinang.

“Mohon Doa nya kepada semua pihak,agar saya sebagai sekretaris di beri kekuatan mendampingi ketua untuk mewujudkan keinginan pak walikota,” pintanya.

Nur juga menggungkapkan LAM siap memberikan nama ruangan di gedung Kantor Walikota.

“Apa yang di minta pak walikota terkait dengan pemberian nama ruangan-ruangan yang ada di Gedung kantor Walikota memang sudah menjadi tugas dari pada Lembaga Adat Melayu. Namun di karenakan LAM ini baru terbentuk semenjak vakum selama 12 tahun, maka hingga kini ruangan-ruangan yang ada di gedung pemkot tersebut belum ada nama yang sesuai dengan history melayu,” ungkapnya.

Sebagai sekretaris LAM, Nur akan komitmen mengawal pesan dan permintaan pak walikota. Dan dalam waktu dekat akan mengusulkan agenda rapat khusus terkait hal tersebut dengan mengundang narasumber yang kompeten dalam bidang ini.

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top