MI Angkat Bicara Terkait Empat Alat Berat Yang diamankan Pihak Bareskrim Polri

MI Angkat Bicara Terkait Empat Alat Berat Yang diamankan Pihak Bareskrim Polri

Hukum

 

 

TANJUNGPANDAN, BBC- Empat alat berat dan belasan set mesin tambang beberapa hari yang lalu diamankan Subdit V Dit Tipidter Bareskrim Mabes Polri menjadi perbincangan hangat di provinsi Bangka Belitung, khususnya di Kabupaten Belitung.

Pasalnya empat alat berat yang diamankan, diduga beroperasi di kawasan Hutan Lindung (HL) di Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Dua diantaranya milik orang terkemuka di Kecamatan Membalong berinisial MI.

MI yang merasa dirinya sebagai korban dari kejadian tersebut akhirnya angkat bicara.

Kepada Beritababel. Com saat di hubungi melalu telepon seluler mengatakan, empat alat yang diamankan pihak Bareskrim Polri dua diantaranya milik MI yang disewa oleh inisial EO.

Didalam surat perjanjian sewa diatas materai pada (07/02/2021), MI sebagai pihak pertama ( Pemilik dua alat berat- red) dan EO sebagai pihak ke dua ( Penyewa Alat Berat Milik MI- red) Ada lima poin didalam surat perjanjian tersebut yang salah satunya tertulis.

" Pihak ke dua wajib mengarahkan dan bertanggung jawab atas semua yang dikerjakan oleh operator dilokasi dan pihak ke dua menjamin bahwa operator senantiasa bekerja atas petunjuk/perintahnya sehingga tidak bekerja di lokasi terlarang (ilegal) atau lokasi yang berbahaya seperti : hutan lindung /lindung pantai, hutan konservasi, hutan produksi, hutan Reklamasi, aliran sungai, merusak lingkungan dan fasilitas umum, dan lain-lain, maka dari itu apabila terjadi pelanggaran tersebut, semua resiko yang terjadi menjadi tanggung jawab pihak ke dua sepenuhnya dan operator terlepas dari jeratan hukum yang berlaku"

" Aku punya dasar, ada surat perjanjian sewa disitu, tidak ada masalah lagi aku, kita lihatlah nanti gimana kebenarannya," Ujar MI kepada Beritababel. Com. Selasa (27/04).

Lanjutnya lagi kata MI, untuk empat alat berat yang diamankan dua diantaranya miliknya sendiri dan untuk yang duanya lagi milik, CN dan TN. mirisnya lagi aktifitas tambang di Aik Buntar Desa Membalong diduga ada keterlibatan oknum aparat.

Untuk mencari informasi lebih lanjut CN yang disebut- sebut pemilik salah satu dari ke empat alat berat tersebut saat dihubungi Beritababel. Com melalui pesan Whatsapp belum ada jawaban.

Sementara itu kepala UPT Kehutanan Kabupaten Belitung Bambang kepada Beritababel. Com mengatakan, tidak mengetahui kalau pihak Subdit V Dit Tipidter Bareskrim Mabes Polri datang ke Belitung untuk menindaklanjuti empat alat berat yang diduga beroperasi di kawasan hutan lindung.

"Kami sampai sekarang belum ada konfirmasi dari pihak polres ataupun mabes polri. kordinasi sama sekali belum ada jadi kami hanya nunggu. Sebenarnya kalau prosesnya berjalan sesuai prosedur nanti mereka butuh keterangan ahli, tapi sampai sekarang belum tapi kami masih menunggu," Ujar Bambang.

Menurutnya, memang disana ada Hutan Lindung gunung kumbing yang luasnya kurang lebih 10250 hektare dari kembiri sampai mentigi.

"Tapi kalau indikasi hutan lindung ya hutan lindung disitu. Saya belum lama menjabat kepala UPT di Belitung kami akan terus tingkatkan patroli untuk wilayah Kehutanan agar kedepannya kawasan hutan lindung yang ada di kabupaten Belitung terjaga kelestariannya karena menyangkut hajat hidup orang banyak," ungkap bambang. (Hn)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top