Proyek Jembatan Delas Batal Dibangun, Zainudin Pay Minta Polisi dan Kejaksaan Jangan Tutup Mata

Proyek Jembatan Delas Batal Dibangun, Zainudin Pay Minta Polisi dan Kejaksaan Jangan Tutup Mata

beritababel

 

BANGKA SELATAN BBC - Proyek pembangunan jembatan yang terletak di Desa Delas Kabupaten Bangka Selatan (Basel) senilai Rp 3,5 miliar tahun 2021 oleh Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Pemprov Babel) terancam batal dibangun lantaran digadang-gadang masuk gelombang refocusing. Padahal proyek jembatan Delas ini telah melalui proses lelang di ULP Babel.

"Mana berani la PPK tanda tangan kontrak, toh lelang proyeknya aja gaduh seperti itu. PPK lebih milih pindah ke Kesbangpol dari pada pada ke Lapas Tua Tunu," ucap sumber tertutup di lingkungan Dinas PU Babel beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal ini, penggiat anti korupsi Babel Zainuddin Pay mengaku prihatin jika memang benar proyek Jembatan Delas ini batal dibangun.

"Pembangunan Jembatan Delas itu untuk kepentingan masyarakat, terus terang kita prihatin kalau memang batal dibangun," Kata Zainuddin Pay saat diminta tanggapannya, Sabtu (1/5/2021).

Dikatakannya, jika memang alasan tidak ada anggaran lantas mengapa proyek jembatan Delas dilelang.

"Dari awal jangan dilelang kalau memang Pemprov Babel tidak ada anggaran. Dari penggiat anti korupsi kita menilai ada dugaan unsur KKN dalam proses lelang proyek jembatan Delas," ujarnya.

menurut Zainuddin Pay, adanya dugaan permainan di ULP Babel selama ini sudah bukan menjadi rahasia umum lagi.

"Permainan di ULP bukan rahasia umum lagi, sudah resah dinas-dinas dan masyarakat. Disitu (ULP-Red) ada Pokja bernama Nanda sebagai koordinator, untuk itu kita minta penegak hukum baik Polda maupun Kejati jangan tutup mata, jangan diam. Adanya unsur dugaan KKN lelang proyek Jembatan Delas harus ditindak tegas," tuturnya.

Sementara itu, kekecewaan masyarakat terhadap Pemprov Babel yang membatalkan pembangunan jembatan Delas diungkapkan Kapala Desa (Kades) Delas Sukamto.

"Keberadaan jembatan Delas itu vital menghubungkan tiga Kecamatan.Tadi sekitar jam 4 sore saya telepon Bapak Gubernur, katanya proyek jembatan itu gagal lelang, sehingga tidak jadi dibangun. Kami masyarakat Delas sangat kecewa," kata Kades Delas Sukamto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (1/5/2021) malam.

Diungkapkan Sukamto, jembatan darurat saat ini kondisinya sudah sangat memprihatikan dimana plat jembatan sudah menganga dan baut-baut jembatan yang hilang.

"Sebenarnya bukan lagi kecewa, bayangkan dalam kurun waktun 1 tahun ini sebanyak 50 mobil yang pecah box mesin gara-gara melintas di jembatan darurat itu. Kondisi jembatan darurat sekarang baut-bautnya saja banyak hilang, sudah tidak ada lagi. Plat yang menganga dan jembatan yang sudah bergeser," terangnya.

Disampaikannya, pembangunan jembatan Delas dijanjikan sudah dipastikan akan dibangun masyarakat sangat mengharapkan hal tersebut.

"Karena masyarakat berharap.Sudah dijanjikan dan dipastikan untuk dibangun jembatan itu, dari pada pelebaran lebih baik jembatan dulu kalau memang tidak ada anggarannya. Untuk pelebaran jalan dari Air Gegas ke Pulau sebesar Rp22 miliar anggarannya ada, sedangkan untuk jembatan yang hanya Rp3,5 miliar anggarannya tidak ada, ini yang membuat kami bertanya ada apa," sesalnya.

Dilansir salah satu media daring di Babel beberapa waktu lalu, Kepala Dinas PUPR Babel, Jantani Ali membenarkan proyek jembatan tersebut terancam batal. Pembatalan tersebut menurut Jantani tidak menyalahi aturan sebab sudah tercantum didalam dokumen.

"Sekarang kan masih ada di posisi kami dalam kondisi PAF atau kroscek dan verifikasi alat, dan sebagainya. Tapi yang jelas nampaknya bakal kita refocusing, karena lagi tak ada anggaran semuanya. Kalau nggak ada anggaran yang tersedia susah juga kita untuk melaksanakannya. Padahal jembatan tersebut sangat dibutuhkan," kata Jantani.

Sementara itu, Nanda yang disebut-sebut sebagai Ketua Pokja Proyek jembatan Delas sebelumnya sempat mengaku telah difitnah sejumlah wartawan online yang mengatakan dirinya sulit dikonfirmasi ataupun ditemui. Selain itu, Nanda juga mengaku tidak menutup ruang konfirmasi maupun informasi kepada wartawan. Namun hingga saat berita ini diturunkan Nanda tak merespon konfirmasi yang dilayangkan melalui pesan WhatsApp. (Tim)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top