Lelang Proyek Kantor Desa Badau Diduga ada Indikasi "Kongkalikong"

Lelang Proyek Kantor Desa Badau Diduga ada Indikasi "Kongkalikong"

Hukum

 

 

BADAU, BBC- Lelang proyek Kantor Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung diduga ada kongkalikong saat penetapan pemenang lelang.

Pasalnya, lelang proyek Kantor Desa Badau dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1.000.000.000 yang diikuti 6 perusahaan dimenangkan oleh pemenang penawar terendah ketiga (CV Zioza- red).

CV Zioza ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp918.656.000. Untuk Penawar terendah pertama adalah CV Mitra Sejati dengan nilai penawaran Rp896.719.000, dan CV. Rizki utama dengan nilai penawaran Rp. 917.700.000 sebagai penawar terendah kedua.

Tiba- tiba, TPK melakukan perubahan angka harga penawaran untuk menentukan pemenang, setelah dilakukan koreksi aritmatik terhadap CV Zioza. Dengan hasil, nilai penawaran terkoreksi berubah menjadi Rp863.856,919. Sementara harga penawaran CV. Zioza pada pembukaan penawaran senilai Rp918.656.000.

Terkait perubahan harga penawaran Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Adinata mengatakan penentuan pemenang berdasarkan koreksi aritmatik.

Menurut dia, perubahan harga penawaran itu setelah dilakukan penghitungan aritmatika.

"Inilah yang dimaksud koreksi aritmatika," kata Adinata dikutip Rakyatpos. com.

Tak pelak, keputusan TPK yang menetapkan CV Zioza sebagai pemenang memunculkan tanda tanya. Maklum, pada waktu pembukaan penawaran CV Zioza menawar dengan harga Rp918.656.000, namun setelah ditetapkan sebagai pemenang lelang angka berubah dengan harga penawaran terkoreksi menjadi Rp863.856.919,62. Angka itu mengalami perbedaan yang signifikan sebesar Rp54.790.080,38,-

"Penawaran ini sangat mencurigakan dan kami memprediksi adanya konspirasi antara TPK dengan CV Zioza " ujar Direktur CV Mitra Sejati, Abu Yamin kepada wartawan, Selasa (4/5/2021) kemarin.

Dalam surat sanggahannya, Abu Yamin, mengatakan, seharusnya TPK pada lelang manual membuka penawaran di depan para peserta lelang dan TPK tidak berhak merubah penawaran peserta lelang. Adanya, kesalahan peserta lelang berarti peserta dinyatakan gugur.

Abu Yamin meminta kepada TPK untuk mengkaji ulang hasil lelang.

"Mohon kepada pihak yang berwenang untuk mengevaluasi kegiatan lelang Kantor Desa Badau ," pinta Abu Yamin. (Tim)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top