Gubernur Erzaldi Dukung dan Apresiasi Yayasan Rehabilitasi Mental Moeliya

Gubernur Erzaldi Dukung dan Apresiasi Yayasan Rehabilitasi Mental Moeliya

Advertorial

 

SUNGAILIAT BBC - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov. Babel) mendukung sepenuhnya Yayasan Rehabilitasi Mental Moeliya dan Yayasan Pendaki Sehati Bangka Belitung yang bergerak di bidang sosial dan secara sukarela mau menangani para korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza) yang ada di Bangka Belitung.

Hal itu di sampaikan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat peresmian yayasan yang berlangsung di Jalan Sudirman Air Merapin Sungailiat, Selasa (26/05/21).

"Saya dukung sepenuhnya kegiatan yayasan ini. Tidak semua orang bisa melakukannya karena perlu perhatian khusus. Kepada Dinas Sosial Provinsi dan instansi terkait lainnya, saya minta mendukung ini semua," ujar gubernur.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung kelancaran yayasan rehabilitasi ini, dalam waktu dekat orang nomor satu di Babel bersama instansi terkait, akan melakukan tindaklanjut dengan melakukan rapat bersama ketua yayasan dan anggotanya di Kantor Gubernur Babel.

"Kami akan rapat dan menindaklanjuti bagaimana menangani masyarakat kita korban narkoba, agar mereka bisa di rehab secara baik," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rehabilitasi Mental Moeliya Pendaki Sehati Babel, Angga Saputra mengucapkan terimakasih atas hadirnya Gubernur Erzaldi yang telah mendukung aktivitas yayasan dalam menangani korban penyalahgunaan Napza di Babel. Menurutnya, awal mula mendirikan yayasan dikarenakan korban Napza di Babel cukup banyak.

"Awal mula mendirikan yayasan, karena saya memiliki basic di bidang ini. Sebelumnya saya bergerak di daerah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Setelah saya mengetahui korban Napza di Babel cukup memprihatinkan, sebagai putra daerah saya terpanggil untuk melakukan ini," ungkapnya.

Yayasan Rehabilitasi Mental Moeliya sendiri telah berdiri sejak tanggal 5 Oktober 2020 dan memulai programnya di awal tahun 2021.

"Sampai saat ini, yayasan telah menangani 50 orang korban Napza dari beberapa daerah, yakni Bekasi, Pekan Baru, Indramayu, dan dari Babel sendiri," jelas Angga.

Angga bersyukur sekali Gubernur Erzaldi mendukung kegiatan yayasan dengan memberikan bantuan bibit jahe merah dan peternakan domba.

"Untuk memberikan kegiatan yang bermanfaat bagi korban Napza yang ada di yayasan ini, Gubernur Erzaldi memberikan bibit jahe merah dan peternakan domba yang hasilnya untuk mereka yang tinggal di sini," pungkas Angga.

Ditambahkan Ronal, Direktur Program Yayasan Moeliya, bahwa Babel juga memiliki pasien disabilitas mental akibat penyalahgunaan Napza. Untuk itu, yayasan sudah memiliki payung hukum untuk mendukung tujuan utamanya.

"Maksud dan tujuan yayasan ini adalah memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat mengenai perlindungan kepada penyandang disabilitas, sesuai tujuan yayasan, dan mengoptimalkan potensi daerah serta partisipasi masyarakat tentang kesehatan jiwa," paparnya.

Dikatakannya, bahwa 15 persen dari 100 jiwa penduduk dunia menyandang disabilitas, dan 2 - 4 dari 100 orang mengalami disabilitas berat. Dan 50 persen individu dengan gangguan mental tersebut di pengaruhi oleh penyalahgunaan narkoba.

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top