Diduga Atur Pemenang Lelang , ULP BABEL di Gugat ke PTUN

Diduga Atur Pemenang Lelang , ULP BABEL di Gugat ke PTUN

Hukum

PANGKALPINANG BBC – CV. Catur Fitri Bersatu memenuhi panggilan dari Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTUN) Pangkalpinang dalam perkara Nomor : 6/G/2021/PTUN.PGP, untuk didengar keterangannya dalam agenda pemeriksaan persiapan.

Wakil Direktur CV. Catur Fitri Bersatu, Iswandi mengatakan, pihaknya melakukan gugatan Pokja 5 Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Pemprov Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terkait perkara proyek makan minum (mamin) Dinas Pendidikan Babel sebesar Rp1,4 miliar dari APBD provinsi Tahun Anggaran 2021.

 

“Pekerjaan pengadaan makan minum SMK Kejuruan Olahraga dari Dinas Pendidikan Babel yang dimenangkan oleh CV. Pagoda Sakti menggunakan APBD provinsi tahun 2021, Pokja nya (ULP Babel) Saudara Nanda, nama panggilan sehari-harinya,” kata Iswandi kepada wartawan usai memenuhi panggilan Majelis Hakim PTUN Pangkalpinang, Senin (7/6/2021).

Iswandi menilai, ada indikasi kecurangan pada proyek pengadaan mamin tersebut. Pasalnya menurut dia, pelaksanaan tender tersebut tidak transparan dan telah terjadi penyimpangan-penyimpangan.

 

“Kami mengindikasikan bahwa calon pemenang (tender-red) itu sudah dipersiapkan dari sejak awal, artinya dari mulai tender itu dilaksanakan pada Bulan Januari 2021 yang sempat ramai diberitakan di media sehingga akhirnya dibatalkan, kemudian ditender ulang lagi pada Bulan April, yang akhirnya dimenangkan oleh CV. Pagoda Sakti,” ujarnya.

“Jadi salah satu adanya penyimpangan itu adalah ketika Biro Pengadaan Barang dan Jasa yang ikut serta dalam pengadaan proyek itu diminta untuk meng-upload salah satu dokumen yang tidak ada di dalam dokumen pengadaannya atau dokumen pemilihannya ataupun adendum-adendum nya yaitu tentang brosur dan gambar-gambar makanan itu sendiri,” imbuhnya.

 

Oleh karena itu, dia mengungkapkan, pada saat pihaknya memasukan dokumen diakhir penawaran, langsung mengalami kegagalan, karena tidak mempersiapkan dokumen brosur tersebut sejak awal.

“Tetapi pada saat rapat penjelasan, karena kami sudah mencium sedikit indikasi, kami mengupayakan agar (brosur-red) itu dihilangkan dari dokumen pemilihan, dan itu hasil dari rapat penjelasan yang telah disepakati. Namun pada saat akan mengirimkan dokumen penawaran di Sistem Apendo itu untuk permintaan brosur dan gambar-gambar itu muncul, dan ketika itu tidak di-upload, seseorang itu akan gagal,” bebernya.

Selain itu, dia mengungkapkan CV. Pagoda Sakti berada di Jalan Sudirman Nomor. 555, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. Namun diutarakan dia, berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Nanda selaku Pokja ULP Babel kepada Majelis Hakim PTUN menuturkan bahwa alamat CV. Pagoda Sakti tersebut berada di Jalan Raya Koba Km. 5 Kelurahan Dul, Kabupaten Bangka Tengah.

 

“Disini ada perbedaan alamat, secara jelas alamat (yang disampaikan Nanda-red) itu adalah Restoran Gale-Gale, sementara di LPSE itu tampil alamat di Jalan Sudirman No. 555, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka,” ungkapnya.

Dengan demikian, dia berharap kepada Majelis Hakim untuk membatalkan proses lelang yang dimenangkan oleh CV. Pagoda Sakti tersebut. Sebelumnya dia melanjutkan, pihaknya sudah melakukan sanggahan. Namun ada beberapa item sanggahan yang tidak dijawab.

“Artinya menurut kami bahwa tender itu diadakan tidak secara transparan, jadi calonnya sudah dipersiapkan jadi pemenang, sudah dikondisikan sejak awal,” tandasnya.

Terpisah, saat dimintai konfirmasi wartawan, Ketua PTUN Pangkalpinang, Sofyan mengaku sedang terburu-buru karena ada suatu keperluan penting.

 

“Saya sedang buru-buru, ada tamu,” ujar Sofyan sambil bergegas masuk ke dalam mobil.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Pokja ULP Babel, Nanda belum memberikan konfirmasi saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon seluler maupun pesan Whatsapp.

Dalam agenda pemanggilan oleh Majelis Hakim PTUN Pangkalpinang tersebut turut hadir dari pihak tergugat, yakni, Nanda dan Agung dari Pokja ULP Babel, sementara, Ismir tidak bisa hadir karena berhalangan sakit. (Red)

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top