Wagub Abdul Fatah : Membangun SDM Melalui Pendidikan Merupakan Tanggung Jawab Bersama

Wagub Abdul Fatah : Membangun SDM Melalui Pendidikan Merupakan Tanggung Jawab Bersama

Advertorial

 


JADA BAHRIN BBC - Calon Gedung Belajar Rumah Tahfiz Quran Hidayatul Jannah bertempat di Dusun Limbung, Desa Jada Bahrin menambah daftar pembangunan pendidikan di Babel.

Pada hari Rabu, (08/06/2021) Wakil Gubernur Abdul Fatah menghadiri peletakan batu pertama pembangunan rumah tahfiz Yayasan Hidayatul Jannah. Wagub menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sangat mendukung pembangunan yayasan tersebut, karena turut berguna dan membantu pemerintah untuk membangun sumber daya manusia.

“Dengan peletakan batu pertama ini pemprov mendukung sekali, karena turut membangun ketersediaan SDM yang dibalut dengan keimanan dan ketakwaan,” ujar Wagub Abdul Fatah.

Pendidikan yang baik dapat menunjang masyarakat yang cerdas. Dalam membangun masyarakat yang cerdas akan lebih efektif apabila dilakukan dengan cara kolaboratif karena hal tersebut merupakan tanggung jawab bersama.

“Membangun masyarakat cerdas adalah merupakan urusan bersama. Jadi perlukan kolaborasi antara pemerintah daerah dan juga masyarakat,” ungkapnya.

Wagub pun melihat dengan adanya pembangunan wadah untuk pendidikan di Desa Jada Bahrin ini, berarti daerah tersebut akan menuju ke suatu pergerakan dan pertumbuhan hingga menjadi satu sentral yang bertujuan untuk memudahkan komunikasi, efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pembelajaran. Karena di kawasan sekitar juga sudah di bangun Universitas Bangka Belitung, Juga Sekolah Polisi Negara.

Dirinya pun berharap dengan bergeraknya secara searah dalam membangun SDM antara umaroh dan ulama berjalan seiring tidak hanya bagus untuk pendidikan formal namun juga bagus untuk pembentukan akhlak.

Pembangunan dunia pendidikan di era sekarang ini menurut pandangan wagub memiliki tantangan yang cukup besar, mengingat masih dihadapkan dengan kondisi dan situasi yang kurang nyaman.

“Ketidaknyamanan yang dimaksud adalah wabah pandemi Covid-19 yang masih melanda tidak hanya di Indonesia tapi di dunia. Namun kita tidak boleh berhenti dan diam, tetap harus melakukan aktivitas walau dengan cara terbatas,” pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top