Wabup Bangka Tengah Mediasi Perseteruan Wartawan dengan Oknum ASN

Wabup Bangka Tengah Mediasi Perseteruan Wartawan dengan Oknum ASN

Advertorial


KOBA BBC - Wakil Bupati Bangka Tengah, Herry Erfian melakukan upaya mediasi, untuk menyelesaikan perseteruan seorang oknum ASN berinisial WK dengan beberapa wartawan.

"Dalam persoalan ini saya diminta oleh bupati untuk menyelesaikan masalah dengan baik, tanpa harus berbuntut panjang," kata Bang Fian (sapaan akrab wabup) menggelar pertemuan terbatas dalam rangka langkah mediasi di ruang kerjanya, Jumat (09/07/2021).

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa pada Rabu (7/7/2021) terjadi insiden perseteruan yang hampir saja terjadi kontak fisik antara oknum ASN berinisial WK dengan seorang wartawan cetak Rakyatpos, M. Tamimi di lokasi sawah Desa Namang dalam acara panen bersama dam penyerahan bantuan.

Peristiwa itu berawal dari oknum WK yang langsung bertindak emosi saat wartawan menanyakan persoalan dana COVID-19 dari pos publikasi.

Sempat bersitegang dan melontarkan perkataan nada tinggi, sebelum ditengahi dan dihentikan oleh beberapa wartawan lainnya yang berada di lokasi, untuk menghindari kontak fisik.

"Apapun cerita dan kronologis dari kedua belah pihak, saya sebagai wakil bupati meminta maaf kepada rekan-rekan media atas sikap emosional WK," ujar Bang Fian.

Wabup meminta dan sangat berharap kepada rekan-rekan media dengan hati yang ikhlas dan dengan jiwa yang besar untuk menyudahi perseteruan itu.

"Bagi kami media adalah mitra, sahabat dan pilar yang sangat penting dalam menjalankan roda pembangunan," ujarnya.

"Saya tidak mau ada ASN berselisih dengan wartawan, karena kita adalah abdi negara yang melayani," tambahnya.

Herry Erfian meyakinkan kawan-kawan media bahwa tetap mengambil tindakan tegas terhadap yang bersangkutan WK yang dinilai sudah bersikap diluar kewajaran.

"Saya sangat membuka komunikasi dengan kawan-kawan media, kalau ada persoalan yang terjadi terkait prilaku ASN, tolong sampaikan langsung kepada saya. Saya pasti segera meresponnya," ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Tamimi sekaligus Ketua PWI Bangka Tengah melalui Juru Bicara Ahmadi memaafkan tindakan WK yang dimediasi oleh Wakil Bupati Bangka Tengah untuk meluruskan persoalan sikap ASN WK terhadap wartawan rakyat pos M. Tamimi.

"Sebenarnya kami hanya bertanya dan meminta penjelasan secara terbuka terkait dana publikasi Covid-19 di Bangka Tengah. Tapi, disikapi emosi oleh pak WK. Mungkin dipicu oleh cuaca yang panas kala itu pas panen padi soalnya. Dan inipun sudah disampaikan secara lengkap dalam mediasi tersebut," ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya menerima mediasi yang disampaikan Pemerintah Bangka Tengah diinisiasi oleh Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah untuk mengakhiri konflik tersebut.

"Intinya, tetap jaga komunikasi antara Pemerintah Bangka Tengah melalui Kominfosta dengan media agar tidak saling curiga, tuduh-menuduh dan tidak emosi bilamana wartawan menanyakan informasi apapun yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat salah satunya anggaran," tuturnya. (rell).

iklan banner dalam detail berita

Berita Terkait

Komentar Facebook

Back to Top